Medan, hetanews.com - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat memastikan telah mempersiapkan Tim Hukum MUI untuk menghadapi Perum Perumnas, yang masih tetap berkeinginan memindahkan Masjid Amal Silaturrahim, Jalan Timah Putih, Kelurahan Sukaramai II, Kecamatan Medan Area.

"Saya sudah berkoordinasi dengan Tim Hukum MUI Pusat untuk dapat mengadvokasi persoalan Masjid Amal Silaturrahim yang akan dipindahkan. Padahal, jelas Undang-undang Nomor 41 Tahun 2004 dan Fatwa MUI, menegaskan masjid tidak dapat dipindahkan begitu saja," kata Wakil Sekretaris Jendral (Wasekjend) MUI Pusat, Tengku Zulkarnain, Rabu (14/3/2018).

Ia juga meminta Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin untuk turut bertanggung jawab atas adanya rencana pemindahan Masjid Amal Silaturrahim ke lahan Gedung Serba Guna milik Pemko Medan. Sebab pengalihan asset Pemko Medan menjadi lahan masjid perlu dipertanyakan.

"Dzulmi Eldin harus ingat bahwa dia bisa jadi Wali Kota Medan berkat dukungan umat Islam. Jangan setelah terpilih malah ikut serta merubuhkan masjid," ujarnya.

Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Medan, Hasan Maksum menegaskan, MUI telah menerbitkan fatwa soal Masjid. Fatwa MUI Kota Medan Nomor 47 Tahun 2011, bahwa tanah yang direlakan pemiliknya untuk dibangun di atasnya masjid adalah wakaf, walaupun tidak diikrarkan.

"Ketika sebuah lahan di atasnya didirikan masjid maka status kepemilikannya secara otomatis menjadi wakaf. Tidak seorangpun yang dapat mengalihkannya apalagi sampai memperjualbelikannya," ujarnya.

Hasan Maksum, mengaku kecewa karena saat peletakan batu pertama dimulainya proyek pembangunan Rusun Sukaramai, Direktur Utama Perum Perumnas menyatakan tidak akan memindahkan Masjid Amal Silaturrahim, dan justru berjanji akan memperindah.
 
Pernyataan ini disampaikan Dirut Perum Perumnas di hadapan beberapa menteri yang hadir di antaranya Menteri Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat, Basoeki Hadimoeljono, Menteri BUMN, Rini Sumarno, dan menteri lainnya.

"Ada apa ini, mengapa di hadapan para menteri yang hadir Dirut Perum Perumnas menyatakan tidak akan memindahkan Masjid Amal Silaturrahim dan bahkan akan memperindah tapi sekarang masjid pengganti malah sudah selesai dibangun," ungkapnya.

Sebagaimana diketahui, Perum Perumnas telah selesai membangun Masjid Amal Silaturrahim sekitar 30 meter dari lokasi masjid sebelumnya.

Hal ini mendapatkan tentangan dari Aliansi Penyelamat Masjid Amal Silaturrahim yang merupakan gabungan ormas-ormas Islam di Sumatera Utara. Penolakan ini dilakukan sebab Perum Perumnas dituding telah mengabaikan undang-undang tentang wakaf yang melarang pemindahan, perubahan fungsi, maupun memperjualbelikan masjid sebagai aset wakaf.