Tue 19 Jun 2018
Dalam rangka Hari Raya Idul Fitri 1439 H, hetanews.com tidak terbit terhitung mulai tanggal 13 Juni-20 Juni 2018. Kami kembali terbit seperti biasanya pada tanggal 21 Juni 2018. Demikian pengumuman ini kami sampaikan. Redaksi.

Ketum DAG : Eramas Bukan Pengumpul Suara Tapi Pengumpul Massa

Ketua Umum Perkumpulan Demi Anak Generasi (DAG), Edo Panjaitan.

Jakarta, hetanews.com - Ketua Umum Perkumpulan Demi Anak Generasi (DAG), Edo Panjaitan mengatakan, kepemimpinan yang merakyat bukanlah semata-mata karena banyaknya jumlah massa yang hadir di sekelilingnya.

Tapi pemimpin yang dicintai rakyat adalah karena orang-orang yang tergerak oleh dorongan hatinya dan kesadaran sendiri, tanpa merasakan ada jarak dengan pemimpin itu sendiri.

"Iyaa banyak massa Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah (Eramas), karena mereka pengumpul massa bukan pengumpul suara," kata Edo Panjaitan ketika dikonfirmasi awak media, Selasa (13/3/2018).

Lebih lanjut, Edo menilai, antusiasme rakyat Sumatera Utara (Sumut) ketika menyambut calon pemimpinnya itu sudah tidak bisa dipolitisasi oleh hal-hal pragmatis dan praktis, bahkan dengan berbagai isu-isu apapun. Dalam fase beberapa bulan, sudah akan ditentukan apakah perubahan besar secara total di Sumut akan berlanjut atau tidak.

"Itu semua bermuara atas kehendak rakyat untuk menentukan pemimpin Sumut yang bersih dan antikorupsi, atau tidak sama sekali," sergahnya kemudian.

Terkait antisipasi politik uang, menurut dia, ukurannya bukan terletak pada ada tidaknya uang banyak didapat oleh cara-cara (politik uang) demikian, tapi seberapa besar program kerja pasangan calon bisa terpenuhi untuk perbaikan-perbaikan ekonomi, pembangunan, dan kesejahteraan bagi rakyat Sumut sendiri.

Barangkali, imbuhnya, tahun ini Pilgub Sumut akan menentukan banyak hal sepanjang perubahan besar terjadi jika rakyat ingin mendapatkan pemimpin yang jujur, bersih, dan antikorupsi. 

"Sudah semestinya demikian, karena rakyat Sumut tak ingin lagi terjadi gubernur Sumut terjerat di balik jeruji tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi. Dukungan kepada pemimpin bersih, jujur, dan antikorupsi, adalah pilihan rakyat Sumut," seru pria yang kerap mengaku sebagai pelayan DAG itu.

Sebaliknya, dia mengingatkan, sekali sempat melangkah dan memilih pemimpin karena politik uang, politisasi agama, dan SARA, itu akan menyapu habis perubahan besar yang diharapkan rakyat Sumut selama ini.

Karena itu, harus dicegah (politisasi) apapun, untuk menentukan figur pemimpin Sumut dalam lima tahun ke depan.

"Jujur saja, Sumut hebat kalau pemimpinnya itu berani jujur, bersih, dan antikorupsi," pungkasnya. 

Penulis: tim. Editor: Aan.