HETANEWS

Dua Terdakwa Mengaku Beli Sabu dan Dihisap Bersama

Dua terdakwa disidang di PN Simalungun, didampingi pengacara, Reinhard Sinaga. (foto/ayu)

Simalungun, hetanews.com - Dua terdakwa, Jumali (40) dan Syahrial (38), warga yang sama, di Karang Bangun, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun, mengaku membeli sabu seharga Rp 100 ribu dari terdakwa Belong (DPO).

"Jadi kalian berdua masing-masing beli paket Rp 100 ribu?", tanya ketua majelis hakim, Lisfer Berutu.

"Benar pak hakim," kata kedua terdakwa di Pengadilan Negeri (PN) Simalungun, Selasa (13/3/2018).                  

Sebelumnya, tim jaksa, Augus Vernando Sinaga dan Indri Wirdia Efendy, mendakwa kedua terdakwa tanpa hak melakukan penyalahgunaan narkotika jenis sabu di warung milik Tampubolon, di Simpang Karang Bangun, pada Sabtu, 24 September 2017 lalu, pukul 21.00 WIB.

Bermula, terdakwa Jumali dan Syahrial, biasa datang ke warung yang sudah tidak berfungsi itu karena tempat ngumpul bersama rekan-rekannya. Ketika para terdakwa datang, sudah ada Belong, Faisal, Viki dan Mohan (DPO).

Malam itu, teman-teman terdakwa sedang bermain kartu dan Belong mengeluarkan sepaket sabu untuk dihisap. Sedangkan lainnya mengeluarkan alat hisap, berupa kaca pirex, mancis dan membuat bong dari botol You C 1000. Sabu dibakar dan dihisap secara bergantian.

Melihat kedatangan petugas, kedua terdakwa berhasil ditangkap. Sedangkan yang lainnya berhasil melarikan diri.

Persidangan siang itu, mendengar keterangan saksi dan juga keterangan terdakwa.

Untuk tuntutan, majelis hakim menunda persidangan hingga sepekan. Para terdakwa dalam persidangan didampingi pengacara prodeo, Reinhard Sinaga.

Penulis: ay. Editor: gun.