HETANEWS

Diduga Pungli Kube, Kasi Pemberdayaan Dinsos Tuding Mensos Lempar Bola Panas

Kasi Pemberdayaan Dinsos Kabupaten Simalungun, Friska Sipayung. (foto/zai)

Simalungun, hetanews.com - Kepala Seksi (Kasi) Pemberdayaan Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Simalungun, Friska Sipayung, Senin (13/3/2018) tuding Kementerian Sosial (Kemensos) melempar 'bola panas' setelah terjadi permasalahan di lapangan. 

"Kelompok Usaha Bersama (Kube) mana? Tunjukan saja yang menyebutkan. Tidak ada saya menerimanya. Inilah Kemensos. Kalau sudah masalah, kami yang disalahkan," ucap perempuan berkaca-mata sembari gelengkan kepalanya.

Dia membenarkan, bahwa Dinsos Kabupaten Simalungun ada menerima aliran dana dari Kemensos. Dana tersebut ditransfer ke rekening Kube penerima pada tahun 2017 lalu dan sebagai Satuan Kerja (Satker) ada di Provinsi. 

Sementara diketahui jumlah penerima dana hibah pemerintah pusat itu sebanyak 30 Kube. Ini berada di Kecamatan Panombeian Panei, Panei dan Hutabayu Raja. 

"Kalau terkait itu, ada baiknya bapak konfirmasikan saja langsung kepada pak Kabid (Halason Silitonga). Yang jelas saya tidak ada menerimanya dari Kube. Beritahulah Kube mana," ucapnya.

Sebelumnya, melalui konfirmasi terekam wartawan, Kabid Pemberdayaan Dinsos Simalungun, Halasan Silitonga semula mengaku tidak ada pungutan.

"Tidak ada pungutan karena, langsung ditransfer ke rekening masing-masing Kube penerima," elaknya.

Namun ketika ditegaskan adanya setoran sebesar Rp 5 juta setelah ditarik dari bank, mantan Camat Tanah Jawa ini langsung terkesan melempem. Dia mengabarkan keberadaan dirinya sedang di Kecamatan Sidamanik. "Nantilah ya? Lagi rapat beras sejahtera (rastra) kami," imbuhnya. 

Sebagaimana diketahui, arahan dan kewajiban supaya setor sebesar Rp 5 juta diduga dalangnya adalah oknum Kabid. Dan saat memungut, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) memaparkan bahwa pungutan itu dilakukan atas perintah Halasan Silitonga.

Awalnya masing-masing Kube menyetor sekira bulan November 2017 lalu. Selanjutnya TKSK  menyerahkan setoran itu ke Dinsos, melalui Kasi Pemberdayaan, Friska Sipayung.

Penulis: zai. Editor: aan.
Komentar 1
  • Bram Irianto
    Sebaiknya dilaporkan saja kepada pihak Kepolisian setempat, agar pelaku kejahatan yang sebenarnya bisa tertangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku.