HETANEWS.COM
CITIZEN JOURNALISM

Apmas Tolak Pemindahan Masjid Amal Silaturahim

Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI), Tengku Zulkarnain. (foto/ardiansyah)

Medan, hetanews.com - Rencana pemindahan Masjid Amal Silaturrahim oleh Perum Perumnas dalam proyek peremajaan dan pembangunan rumah susun Sukaramai, Medan mendapat penolakan. 

Penolakan dilakukan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Penyelamat Masjid Amal Silaturahim (Apmas). Mereka menuding Perum Perumnas memperlakukan masjid seperti pedagang kaki lima (PKL).

Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI), Tengku Zulkarnain mengaku, sangat menyayangkan sikap pemerintah membiarkan terjadinya penggusuran terhadap mesjid di Kota Medan. 

Padahal, katanya, masjid sebagai rumah ibadah telah memiliki alas hukum yang jelas, sehingga tidak dengan mudah untuk memindah-mindahkan masjid

"Setidaknya ada 12 mesjid yang diperlakukan seperti pedagang kaki lima. Digusur dari satu tempat ke tempat lain," katanya, Senin (12/3/2018). 

Ia mengatakan, Perum Perumnas selaku penanggung jawab proyek peremajaan dan pembangunan rusun Sukaramai, seharusnya menjadikan UU Nomor 41 Tahun 2004 tentang Wakaf sebagai pertimbangan.

"Masjid ini telah berdiri sejak tahun 1995, setelah sebelumnya  dipindahkan dari Gang Melur di Kelurahan yang sama, akibat proyek pembangunan Kompleks Perumahan Asia Mega Mas," ungkapnya. 

Ia menjelaskan, MUI Kota Medan telah menerbitkan fatwa Nomor 47 tahun 2011, bahwa tanah yang direlakan pemiliknya untuk dibangun di atasnya masjid meski tidak diikrarkan. 

Terbitnya fatwa MUI didasari munculnya pertanyaan di tengah masyarakat yang dapat menimbulkan kesimpangsiuran, penafsiran dan pemahaman tentang hukum tanah yang dibangun di atasnya masjid.

Masjid Amal Silaturahim. (foto/ardiansyah)

"Jika Perum Perumnas keberatan untuk memperbaiki masjid ini untuk menjadi lebih baik, kami umat Islam siap untuk membangunnya sendiri. Bukan lantas dipindah ke lokasi lain kayak PKL saja digusur kesana kemari," cetusnya. 

Untuk itu, mereka meminta Perum Perumnas mengurungkan rencana pemindahan Masjid Amal Silaturahim. Sebab masjid tersebut masih layak dan tetap dimanfaatkan masyarakat untuk beribadah. 

Dirinya juga mensinyalir ada keterlibatan Badan Wakaf Indonesia (BWI) Perwakilan Kota Medan, dalam proses pemberian izin untuk  rencana pemindahan Mesjid ini. Dugaan keterlibatan BWI juga ditemukan pada kasus rencana pemindahan masjid lainnya di Kota Medan. 

"Saya meminta kepada pemerintah, BWI Sumut dan Medan karena diduga bermain mata dengan pengembang soal pemindahan masjid di Kota Medan," akunya. 

Tabligh Akbar 

Sebagai bentuk penolakan, Apmas berencana menggelar tabligh akbar kedua pada 13 Maret 2018. Tabligh akbar ini akan menghadirkan Wakil Sekretaris Jendral MUI, Ustad Tengku Zulkarnain sebagai penceramah.

Setelah beberapa waktu lalu juga digelar tabligh akbar yang menghadirkan Pimpinan Presidium Alumni 212 Slamet Maarif. 

Ketua Panitia Tabligh Akbar Masjid Amal Silaturahim, Indra Safii mengatakan tabligh akbar ini akan mengusung tema Rapat Shaf, Kuatkan Ukhuwah, dan Selamatkan Masjid. 

Tema ini diangkat sebagai bentuk dukungan umat Islam di Sumatera Utara terhadap kemaslahatan masjid dan penolakan terhadap tiap bentuk kesewenangan terhadap masjid. 

Wasekjend MUI Tengku Zulkarnain sengaja dihadirkan sebagai penceramah mengingat beliau merupakan tokoh ulama Indonesia yang berdarah Sumatera Utara yang tegas dalam penegakan ukhuwah di tanah air. 

"Tabligh akbar ini merupakan wujud penolakan umat Islam terhadap kesewenangan atas masjid yang masih terus terulang di Sumatera Utara," jelasnya. 

Untuk itu, dirinya mengajak umat Islam yang peduli terhadap penyelamatan masjid untuk hadir pada tabligh akbar tersebut.

Penulis: ardiansyah. Editor: aan.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan