Tue 19 Jun 2018
Dalam rangka Hari Raya Idul Fitri 1439 H, hetanews.com tidak terbit terhitung mulai tanggal 13 Juni-20 Juni 2018. Kami kembali terbit seperti biasanya pada tanggal 21 Juni 2018. Demikian pengumuman ini kami sampaikan. Redaksi.

JR Saragih Optimis Ditetapkan Menjadi Cagubsu

JR Saragih saat memberikan keterangan kepada wartawan, di Medan, Senin (12/3/2018). (foto/ardiansyah)

Medan, hetanews.com - Bakal Calon (Balon) Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), Jopinus Ramli (JR) Saragih, mengklaim telah menjalankan putusan Bawaslu Sumut.

Pasalnya, ia telah melegalisasi Surat Keterangan Pengganti Ijazah/STTB (SKPI) ke Suku Dinas Pendidikan Jakarta Pusat.

JR Saragih mengaku optimistis akan ditetapkan menjadi Calon Gubernur. "Sudah dileges Kepala Suku Dinas," kata JR Saragih kepada wartawan di Medan, Senin (12/3/2018).

Legalisasi tersebut, membuktikan ijazahnya tidak bermasalah. Riwayat pendidikannya di SMA Iklas Prasasti terdata, pada buku induk meskipun sekolahnya telah tutup.

Meski putusan Bawaslu Sumut atas sengketa itu, memerintahkan legalisasi fotokopi ijazah, namun pihak JR Saragih melegalisasi fotokopi SKPI. Ia mengaku menggunakan dokumen tersebut, karena ijazahnya hilang saat mengurus legalisasi tersebut.

"SKPI memang betul. Pada hari Kamis kami ke sana, tidak ada satu pun orang suku dinas di sana. Jadi dalam perjalanan ke sana dan ke sini itu, ijazah saya hilang," ujarnya.

Menurutnya, yang menghilangkan ijazah itu adalah timnya yang mengurus legalisasi. "Itu merupakan kelalaian, karena baju juga hilang," jelasnya.

Kehilangan tersebut telah dilaporkan ke Polsek Metropolitan Kemayoran, Jakarta Pusat, dengan nomor laporan 1150/B/III/2018/Sektro.Kom tertanggal 5 Maret 2018.

Berbekal laporan itu, JR Saragih, membuat SKPI ke Suku Dinas Pendidikan Wilayah II Kota Administrasi Jakarta Pusat.

Fotokopi SKPI kemudian dilegaliasasi dengan disaksikan pihak KPU Sumut dan Bawaslu Sumut. "Tidak mungkin ia mau meleges jika ijazah saya palsu," tambahnya.

JR Saragih juga mengklaim, membawa temannya semasa sekolah saat mengurus langsung SKPI. Meski pada peraturan cukup membawa 2 teman, dirinya menyatakan telah mendatangkan 15 orang yang memiliki ijazah dari sekolah Iklas Prasasti dengan tahun kelulusan sama. "Lengkap, kawan saya sekolah ada. Yang tentara pun ada," akunya.

JR Saragih saat ini hanya tinggal menunggu penetapan dari KPUD Sumut.

Baca Juga : JR Saragih Legalisir SKPI di Suku Dinas Pendidikan Wilayah II

"Tinggal menunggu KPUD. Jika KPUD mengikuti Bawaslu, berarti 3 hari setelah dileges (JR-Ance) harus dimasukkan kembali menjadi peserta," pungkasnya.

Penulis: Ardiansyah. Editor: gun.