HETANEWS

Dispar Yakin Siantar Jadi Prioritas Wisata

Suasana RDP antara Komisi I dengan Dinas Pariwisata (Dispar) Siantar, Senin (12/3/2018), membahas terkait jalan tol yang saat ini menjadi program pemerintah pusat. (foto/tom)

Siantar, hetanews.com - Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Komisi I DPRD Siantar dengan Dinas Pariwisata (Dispar), Senin (12/3/2018), membahas terkait jalan tol yang saat ini menjadi program pemerintah pusat. Yang menjadi pertanyaan, apakah Kota Siantar dilalui oleh pintu tol? 

Terkait hal tersebut, Kadispar, Fatimah Siregar menjelaskan, bahwa dirinya sudah berkoordinasi dengan Kementerian Pariwisata dan Badan Ekonomin Kreatif (Bekraf) untuk membahas terkait Kota Siantar.

Fatimah menyebutkan, Siantar menjadi sentra terkait pembangunan Kawasan Ekonomi Kreatif (KEK) Sei Mangke, Danau Toba dan Bandara Silangit. "Jadi kita jelaskan di sana karena kita jelaskan dari jarak tempuh antara Bandara Silangit ke Danau Toba dan Bandara Kualanamu ke Danau Toba tidak ada bedanya, terkait jalan akan banyak alam yang dapat dinikmati kalau dari Siantar," katanya. 

Terkait sisi ekonomi, kata Fatimah, salah satu kota yang berdiri Bank Indonesia (BI) di Sumut hanya Siantar yang menandakan perekonomian di daerah itu sangat baik. "Di Siantar ini juga rumah sakit nya sangat memadai. Kemudian dari kulinernya juga baik dan segala distributor dari makanan itu diambil dari Siantar," ucapnya. 

Terkait keberagaman penduduknya, Fatimah menjelaskan, Siantar merupakan kota yang paling toleransi di Indonesia. "Kalau ada pengunjung datang menanyakan makanan, jika berpakaian muslim, orang Siantar sudah tau mau membawanya. Kemudian untuk non muslim ada pangsit yang sudah cukup dikenal," paparnya. 

Terkait pemaparan tersebut, kata Fatimah, akhirnya ditentukan Kota Siantar menjadi kota penghubung.

"Pada saat pertemuan di Kementrian itu jadi kita (Siantar) daerah penghubung atau pintu masuk KEK Sei Mangke dan Danau Toba. Namun untuk pintu tol, saya tidak bisa menjelaskan karena itu adalah pekerjaan dari pusat, jadi bukan kapasitas kita," sebut Fatimah.

Terkait Hari Jadi Kota Siantar, kata Fatimah, nanti akan ada acara, yakni Semarak Budaya (Serbu) Kota Siantar yang saat ini dikerjakan oleh Kreasi Anak Siantar (KAS) dari tanggal 23-28 April.

"Disitu nanti akan adakan pertandingan permainan tradisional antar sekolah SD sampai SMP se Siantar. Mengadakan kanvas prularisme menampilkan soal keberagaman di Siantar dan kemilau modren krearif," ucapnya.

Masih kata Fatimah, dalam acara kemilau modren kreatif akan diisi seluruh komunitas di Kota Siantar. Saat ini sudah mendaftar sebanyak 13 komunitas. "Jadi saya sudah berbicara dengan Bekraf agar mereka nanti diberikan bantuan dalam bentuk pelatihan dan kebutuhan alat," paparnya.

Penulis: tom. Editor: gun.