HETANEWS.COM

Oknum ASN Ditangkap Nyebarkan Ujaran Kebencian, Ini Himbauan Kapolres Labuhanbatu

Kapolres Labuhanbatu, AKBP Frido Situmorang saat menjelaskan kasus ujaran kebencian. (foto/fendi)

Labuhanbatu, hetanews.com - SPM (51), seorang Aparatur Sipil Negara (ASN), pada salah satu dinas di Pemkab Labuhanbatu Selatan (Labusel) akhirnya ditahan Polres Labuhanbatu.

SPM ditahan dikarenakan melakukan tindak pidana dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan melalui media sosial (medsos) Facebook.

Ini sesuai Laporan Polisi Nomor: LP/275/II/2018/SU/Res-LB tanggal 26 Februari 2018 dengan pelapor Nanang Azhari Harahap selaku Wakil Ketua DPC PDI-Perjungan Labusel.

"Sesuai laporan tersebut, pihak Polres Labuhanbatu melakukan penyelidikan dan penyidikan. Dan diketahui, bahwa pemilik akun facebook itu adalah tersangka yang merupakan ASN di salah satu dinas di lingkungan Pemkab Labusel. Ini sesuai juga dengan foto profilnya di akun facebook miliknya. Tersangka mengakui, akun facebook tersebut miliknya," ucap Kapolres Labuhanbatu, AKBP Frido Situmorang saat paparan kasus itu di depan Kantor Sat Reskrim, Senin (12/3/2018) .

Dari tersangka, barang bukti yang dipaparkan Sat Reskrim Polres Labuhanbatu, yakni 3 lembar kertas foto hasil screnchoot akun facebook atas nama tersangka, 1 buah flash disk berisi video berdurasi 25 detik, 1 unit HP android merk Xiaomi Type X4 warna hitam, berikut 2 buah kartu SIM Telkomsel.

Berdasarkan keterangan para ahli, lanjut Kapolres, yakni ahli bahasa, ahli tulisan dan ahli ITE menyebutkan, tersangka pemilik akun tersebut dibuktikan telah melakukan tindak pidana Pasal 45 huruf A ayat (2) Jo Pasal 28 ayat (2) dari UU Nomor 19 Tahun 2016.

"Modus operandi tersangka dengan menggunakan HP Android miliknya dan membuka akun facebook lalu melihat postingan orang lain atas nama Andry Moksa yang membagikan kiriman kepada Suara Rakyat Indonesia. Kemudian tersangka membagikan postingan tersebut," ujar Kapolres.

Kepada masyarakat, Kapolres menghimbau agar tidak mudah terpancing atau terpengaruh dengan postingan-postingan di media sosial. "Masyarakat harus lebih jeli dalam hal bermedia sosial. Selidiki dan cermati dengan baik, atas apa yang dilihat dan diperoleh,”himbaunya. 

Diketahui, tersangka (SPM) membagikan postingan orang lain, berupa video singkat sekitar berdurasi 25 detik yang berisi tulisan ujaran kebencian ke PDI-P. Sehingga pelapor bersama rekannya mendatangi Mapolres Labuhanbatu untuk melaporkan tersangka atas postingan yang dilakukan tersangka. 

Penulis: fendi. Editor: gun.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan