Simalungun, hetanews.com - Pangulu Nagori Buntu Bayu, Kecamatan Hatonduhan, Lumuntar Saragi diduga memanipulasi isi Surat Pertanggung Jawaban (SPJ) dana desa tahun 2017 yang diserahkannya ke DPMPN (Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Nagori (DPMPN) Kabupaten Simalungun beberapa waktu lalu. 

Pasalnya ini diduga tidak berbanding lurus dengan faktanya di lapangan. Seperti Minggu (11/3/2018), kegiatan rehabilitasi lantai jembatan di Huta II Huta Ujung Ban, Nagori Buntu Bayu, Kecamatan Hatonduhan bersumber dari dana desa tahun 2017 sebesar Rp 34.534.353.

Mirisnya, terkait dugaan itu  Lumuntar Saragi berupaya mengalihkan isi dari konfirmasi yang disampaikan hetanewa com.

Dirinya meminta hetanews.com mrngkonfirmasikannya ke Nagori-Nagori lainnya. Ini mengingat di rumahnya sedang ada berlangsung kegiatan acara keluarga.

"Siapanya ini. Oh ya, kalau masalah itu yang lainlah Nagori-Nagori lainnya dikonfirmasi. Lagian ada kegiatan acara keluarga d irumah saya. Tolong ya?," sebut Lumuntar dari seberang telepon seluler miliknya pada Minggu (11/3/2018).

Terpisah, Sekretaris Camat (Sekcam) Kecamatan Hatonduhan, Manganjur Lumbangaol via telepon seluler miliknya merasa dikejutkan. Sebab menurutnya, seluruh SPJ atau Laporan Pertanggung Jawaban (LPj) dana desa Nagori di Kecamatan Hatonduhan sudah diserahkan. 

"Saya rasa, kalau tak silap pada bulan Februari lalu. Lho, apa masih ada pengerjaan proyek dana desa tahun 2017 di Nagori tersebut? Kalau dari ketentuan, itu sudah menyalahi. Karena SPJ/LPJ sudah diserahkan ke Kabupaten. Besok lah saya cek ya pak?," imbuh Plt Camat Hatonduhan tersebut. 

Sementara sebelumnya, seorang wanita dari seberang telepon seluler miliknyak, Camat Hatonduhan, Maryaman Samosir menjelaskan kekasihnya itu sedang berada di warung tuak tak jauh dari rumah. Dan telepon selulernya ditinggalnya, namun untuk menyerahkan takut dimarah Camat. 

"Hallo. Saya kekasihnya. Bapak baru sebentar lalu ke kedai tuak. Dan handphone (HP)nya gak dibawanya. Kalau saya antar, takut nantinya bapak malu. Ini dengan siapa ya? Oh iya. Nanti, setelah bapak kembali dari kedai tuak saya minta menelepon bapak kembali," ucapnya. 

Informasi dihimpun lainnya, Inspektorat Kabupaten Simalungun usai dikonfirmasikan pihak DPMPN, sebanyak 386 Nagori di Kabupaten Simalungun sudah seluruhnya menyerahkannya. Juga sudah menurunkan timnya ke Nagori-Nagori untuk meminta laporan dan menilai hasil dari penggunaan anggaran dana desa dan dana desa  tahun 2017.

Selain infornasi tersebut, salah satu warga Nagori Buntu Bayu, Sinaga menilai, berlangsungnya kegiatan itu sudah menyalahi aturan. Ini mengingat SPJ pendistribusian dari dana desa dan alokasi dana desa sudah diserahkan ke Kabupaten, dan kegiatan itu terindikasi kelebihan pembayaran. 

Warga pun berharap, kiranya instansi terkait untuk segera mengusut ataupun menyelidiki pendistribusian dana desa di Desa Nagori Buntu Bayu.

Ini mengingat, oknum Pangulu Buntu Bayu, Lumuntar Saragi tidak pernah mentransparansikan pemanfaatan daana desa yang bersumber dari APBN kepada masyarakat.