Sun 24 Jun 2018

KPUD Sumut Dinilai Lalai Soal APK dan Minta Tunda Pelaksanaan Pilgubsu

Abdullah Sitorus

Medan, hetanews.com - Hingga saat ini, Alat Peraga Kampanye (APK) Pilgubsu tahun 2018 yang seharunya dikeluarkan oleh KPUD Sumut sejak kampanye dimulai pada 18 Februari 2018 lalu, hingga saat ini tampak belum ada satu pun terpasang di areal publik, khususnya di Kota Medan.

Hal tersebut mendapat kritik tajam dari Ketua DPP Gerakan Mahasiswa Republik Indonesia (GMRI) Sumatera Utara, M Abdullah Sitorus. Abdullah memandang bahwa KPUD telah lalai menjalankan tugas pentingnya. 

"Pemasangan APK itu salah satu tugas penting KPU Sumut. Sebab itu merupakan bentuk sosialisasi untuk menekan angka golput. Kampanye sudah berjalan hampir satu bulan tapi belum ada juga satu pun APK resmi yang dipasang KPUD Sumut," katanya.

Padahal, jelas Abdullah, dengan anggaran sebesar Rp 885 miliar, KPUD Sumut seharusnya telah menggelar berbagai sosialisasi agar Pilkada Serentak 2018 di Sumut dapat berjalan dengan sukses.

"Jangan sampai publik menganggap bahwa anggaran ratusan miliar itu tidak digunakan secara efektif. Kita tentunya juga tidak ingin publik memandang KPU menyalahgunakan anggaran, bisa terganggu jalannya Pilkada 2018 di Sumut," jelasnya. 

Selain itu, Abdullah mengungkapkan bahwa dirinya menduga, fokus KPUD Sumut untuk melakukan sosialisasi Pilkada Serentak 2018 teralihkan dengan adanya kasus sengketa JR Saragih-Ance Selian. 

"Kalau memang benar KPUD teralihkan dengan kasus itu, sekalian saja tunda pelaksanaan Pilgubsu," tandasnya.

 

 

 

 

sumber : rmolsumut.com

Penulis: -. Editor: Aan.