Wed 19 Sep 2018

Mandi di Embung, Pria Lajang Asal Pollung Tewas Tenggelam 

Korban saat berada di RSUD Doloksanggul. (foto/rachmat tinton)

Humbahas, hetanews.com - Harjono Lumban Gaol (24) warga Desa Hutajulu, Kecamatan Pollung, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), tewas di sebuah embung yang berada di desa tersebut, Jumat (9/3/2018) sore.

Anak kelima dari pasangan suami istri (pasutri) Mardin Lumban Gaol dan Saudur Boru Sijabat ini diduga tewas karena kelelahan saat berenang.

Menurut Kepala Desa (Kades) setempat, Saurma Lumban Gaol, peristiwa naas itu bermula saat korban bersama 4 orang rekannya berniat mandi di Embung Simarigung.

Selanjutnya, sekitar pukul 17.30 WIB, korban bersama teman-temannya pun beranjak ke lokasi embung tersebut. Sesampai di sana, korban pun langsung mandi dan terjun ke air yang memiliki kedalaman sekira 6 meter. Saat itu ke mpat rekannya diketahui mengurungkan niatnya untuk ikut mandi karena kedinginan.

Tak berselang lama, korban pun tiba-tiba minta tolong dan selanjutnya tenggelam. Sontak teman-temannya pun panik bukan kepalang. Sebisanya, mereka pun melakukan  pertolongan dengan cara memanggili warga sekitar. Sebagian dari mereka pun mencoba membantu korban, tapi karena kondisi air yang cukup dalam, usaha mereka tak membuahkan hasil.

Kemudian Kades Hutajulu pun langsung menelpon Camat Pollung, Haposan Lumban Gaol. Dan oleh Haposan, kabar tersebut pun langsung diteruskan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Humbahas.

BPBD Humbahas pun langsung tanggap. Tim Basarnas langsung diterjunkan ke lokasi kejadian.

Sekira pukul 21.50 WIB, korban pun berhasil ditemukan pihak Basarnas setelah melakukan beberapa  kali penyelaman. Tapi naas, kondisinya sudah dalam keadaan tak bernyawa. Mayat dari si korban pun langsung di sambut pekik histeris dari keluarga yang berdatangan. Selanjutnya, korban pun segera dilarikan ke RSUD Doloksanggul.

Kapolsek Pollung, Iptu Nover Gultom ketika dikonfirmasi membenarkan peristiwa tersebut. Menurut hasil visum, kata Nover, tak ada ditemukan  tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.

 

Penulis: tim. Editor: aan.