Siantar, hetanews.com- Beredar informasi, jabatan Kasat Reskrim Polres Siantar, AKP Restuadi digeser dari kursi empuknya itu. Perwira tiga balok dipundaknya itu, dimutasi ke Polda Sumut.

Sesuai informasi, kepindahan Perwira Balok Tiga dipundaknya itupun, tertuang dalam Surat Perintah Kapolda Sumut bernomorkan: Sprin/552/III/2018, menyatakan untuk memerintah Kasat Reskrim Polres Siantar, AKP Restuadi, melaksanakan tugas dan tanggungjawab sehari-hari sebagai Paur Subbaganev Bagbinopsnal Ditsabhara Polda Sumut.

Jabatan yang ditinggalkan, digantikan oleh AKP Hasoloan Sinambela yang sebelumnya menjabat sebagai Panit 2 Unit 4 Subdit 3 Ditreskrimum Polda Sumut.

Kapolres Siantar, AKBP Doddy Hermawan saat dikonfirmasi, Kamis (8/3/2018), juga membenarkan surat perintah Kapolda Sumut tersebut dan menunggu serah terima jabatan. "Nunggu TR penetapan waktu sertijabnya ya bang," ujar Kapolres singkat.

Hanya saja, terhitung sejak dilantik sebagai Kasat, pada Selasa (16/5/2017) lalu, hingga dipindah tugaskan, AKP Restuadi tak kunjung mampu menangkap 3 dari 8 pelaku pelecehan seksual terhadap seorang korban SR (16), siswi SMA Negeri 2 Siantar, pada Desember 2016 silam.

Meski begitu, tak luput dari fakta yang ada, yakni saat terah serima pertama kali menjabat Kasat Reskrim, Restuadi dengan percaya diri pernah menyebut, bahwa dirinya sendiri yang akan menangkap tiga DPO, kasus pemerkosaan tersebut.

Pernyataan itu terucap pada acara pisah sambut Kapolres Siantar, AKBP Dodi Darjanto yang kini digantikan oleh AKBP Doddy Hermawan, di Hotel Sapadia, Jalan Dipenogoro, Jumat (26/5) sekira pukul  15.00 WIB, yang saat dikonfirmasi wartawan Siantar 24 Jam yang bertugas di Unit Polres Siantar, kala itu.

Restuadi, saat itu dengan tegas mengatakan, sebelum menjabat Kasat Reskrim Polres Siantar, ia mengaku sudah mendengar kasus tiga DPO tersebut saat menjabat sebagai Kapolsek Kolang. 

"Saya sudah dengar kabar 3 DPO pemerkosa siswi SMA 2 itu yang belum tertangkap saat menjabat Kapolsek Kolang di sana. Tapi saya koordinasi dulu dengan penyidik, biar saya pelajari kasusnya dulu,"ucap Restuadi ketika itu.

"Saya cari dulu informasi keberadaan mereka yah. Kalau sudah dapat, nanti saya sendiri yang pergi nangkap. Jangan nanti pulak saya salah tangkap kan. Jabatan saya taruhannya soalnya," sambungnya.

Namun perkataan dan janji manis Restuadi, hingga kini belum terealisasi. Terhitung sudah tahunan berlalu, pemerkosaan ala sumkuning yang dialami SR (16), namun hingga kini 3 buron dari delapan pelaku belum juga terendus. Adapun tiga DPO yang dimaksud Restuadi, yakni SS (19), MS alias Kael (19) dan JM alias Jo (21).