Siantar, hetanews.com- Sudah 2 tahun belakangan ini, Kota Siantar tidak memperoleh piala Adipura, sebagai penghargaan atas prestasi Pemerintah Kota (Pemko) dalam menjaga kebersihan kota dan melestarikan lingkungan hidup.

Kota Siantar kerap mendapatkan pujian atas sikap toleran yang senantiasa diperlihatkan masyarakatnya, namun disisi lain, kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan kota, merupakan salah satu tugas dan tanggung jawab Pemko Siantar melalui Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup, selaku instansi yang dipercaya dapat mengentaskan persoalan kebersihan kota.

Ihwal Adipura, dimana esensi atas penghargaan itu ialah keberhasilan Dinas Kebersihan Lingkungan Hidup, dalam mengelola sampah dan memberikan edukasi kepada masyarakat secara berkesinambungan.

Adipura sebagai bentuk penghargaan, dapat menjadi parameter atas kinerja dinas terkait dalam upayanya mempertahankan gelar kota terbersih. Lalu bagaimana pendapat warga mengenai Kota Siantar yang tidak mendapatkan piala Adipura selama 2 tahun berturut-turut?

Seperti yang diutarakan R. Sinaga, menurutnya, piala Adipura sangat penting dipertahankan karena dengan penghargaan itu masyarakat bisa menilai kinerja Pemko Siantar.

“Sangat penting dipertahankan, kalau udah 2 tahun enggak dapat piala Adipura, berarti kita enggak masuk kategori kota bersih. Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup harus lebih proaktif lagi ini,” katanya.

Begitupun dengan Abdi Arahman, mahasiswa Perguruan Tinggi Swasta (PTS) Kota Siantar, menurutnya, piala Adipura juga sebaiknya dibarengi dengan sikap peduli kebersihan lingkungan dari masyarakatnya sendiri.

“Ya sebaiknya dibarengi dulu sama perilaku masyarakatnya, kalau kita tidak menerima Adipura selama 2 tahun, berarti pemerintah sama masyarakatnya kurang kerjasamanya, ya semoga tahun berikutnya kota Siantar dapat penghargaan lagi,”pungkasnya saat dimintai tanggapan oleh tim hetanews.com, Kamis (8/3/2018).

Perlu diketahui, pemerintah melalui Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor P.53/Menlhk/Setjen/Kum.1/6/2016, mengisyaratkan bahwa  program Adipura bertujuan untuk mendorong kepemimpinan pemerintah kabupaten/kota dan membangun partisipasi aktif masyarakat serta dunia usaha dengan pemberian penghargaan Adipura untuk mewujudkan wilayah yang berkelanjutan, secara ekologis, sosial, dan ekonomi.

Untuk kota Siantar sendiri, penghargaan Adipura terakhir kali diterima pada tahun 2016 yang lalu, dimana pada saat itu piala Adipura diserahkan langsung oleh Presiden Joko widodo dalam acara peringatan Hari Lingkungan Hidup di Kabupaten Siak, Provinsi Riau.