Siantar, hetanews.com- Korban kasus perampokan disertai penganiayaan, Nadya dan keluarganya, kecewa lantaran sidang agenda putusan terhadap terdakwa Dede Alamsyah alias Dirly, ditunda sepekan.

Rasa kecewa itu terpancar ketika majelis hakim yang diketuai Fitra Dewi, bersama dua rekannya, M Nuzuli dan Simon Sitorus, menunda pembacaan putusan yang berlangsung di ruang Cakra itu, Kamis (8/3/2018).

"Kami belum bermusyawarah, sidang ditunda sampai minggu depan," kata hakim ketua, sembari mengetuk palu tiga kali.

Terdakwa pun langsung digiring keruang tahanan sementara dengan pengawalan cukup ketat menghindari adanya amukan dari pihak keluarga Nadya yang diketahui berjumlah sekitar 15 orang tersebut.

Sedangkan korban, bersama keluarga ditanyai awak media pun, mengungkapkan kekecewaannya. "Capek-capek aku kesini. Kecewa kali aku, padahal uda menggigil tanganku mau mukul si Dirly tiga kali,"ungkap ibu Nadya, Yasmi.

"Asal la gak ada apa-apanya penundaan putusan ini yah, udala ayok la pulang kita semua," tambahnya.

Hal yang sama juga dikatakan Nadya. "Kecewa kali aku bang. Uda ku ajak kawan-kawan ku semua kesini untuk melihat putusan ini tapi ditunda hakim. Asal gak ada apa-apanya, ditundanya putusan ini," kesal Nadya.

Dirly, pada sidang sebelumnya, dituntut 10 tahun bui oleh jaksa penuntut umum. JPU menyatakan, perbuatan terdakwa terbukti secara sah menurut hukum melakukan tindak pidana pencurian dan kekerasan melanggar Pasal 365 ayat (2) 4e KUHPidana.

Untuk diketahui, Nadya, merupakan korban keganasan pria yang sudah lama dikenalnya maupun keluarganya itu, pada Oktober 2017 lalu. Sebelum merampas dan menganiaya, Dirly mengelabui korban dengan mengatakan mendapat kiriman paket dari seorang temannya, di Bandung.

Setelah berhasil dibujuk, Nadya kemudian dibawa ke sebuah rumah kosong dan dianiaya dengan tujuan diperkosa, di sana. Hanya saja karena Dirly tak bisa ereksi, Nadya selamat dari pemerkosaan. 

Selanjutnya, Dirly terus menganiaya Nadya hingga tak sadarkan diri. Setelah dikira tewas, Dirly kemudian mengambil barang-barang berharga milik Nadya dan meninggalkannya, di gubuk itu. Keesokan harinya, dengan tertatih-tatih, Nadya berhasil menemui seorang warga dan meminta tolong.