HETANEWS.COM

Simbolon Bersaudara Didakwa Aniaya Pamannya Hingga Tewas

JPU Viktor Purba saat membacakan tuntutannya di PN Simalungun. (foto/ayu)

Simalungun, hetanews.com - Jaksa Viktor Purba, mendakwa Simbolon bersaudara, Elekson alias Lekson Simbolon (22) dan Hendra Simbolon (21), melakukan penganiayaan hingga tewas terhadap pamannya, Erwin Simbolon, di Pengadilan Negeri (PN) Simalungun, Rabu (7/3/2018).

Kedua abang beradik ini, dijerat jaksa dengan pasal 170 (2) ke 3 KUHP dan pasal 351 (3) jo pasal 55 (1) ke 1 KUHP.

Perbuatan itu dilakukan pada Senin, 11 Desember 2017 lalu sekira pukul 21.30 WIB, di rumah para terdakwa, di Dusun Naga Kampung Melayu, Nagori Dolok Panribuan. Malam itu, terdakwa Lekson Simbolon, sangat emosi terhadap korban yang menuduh orangtuanya 'mengguna-gunai' nya agar keluar dari rumah para terdakwa.

Lekson yang baru pulang berdagang, melihat Hendra sedang mengemas barang lainnya untuk dijual besok. Beberapa menit kemudian, korban datang dan berbaring di atas tempat tidur dekat ruang TV. Trrdakwa Lekson langsung menanyakan tuduhan tersebut, tapi korban membantahnya.

Lekson emosi dan langsung memukul bagian wajah korban dengan tangannya berkali-kali, lalu menendang wajah korban dengan lututnya hingga berlumuran darah dan korban jatuh ke lantai. Terdakwa hendra mencoba menghentikan penganiayaan tersebut, tapi dibentak oleh terdakwa Lekson.

Lalu korban diikat dengan tali tambang, pada bagian kaki dan tangan dengan bantuan terdakwa Hendro. Karena mencoba berontak, Lekson juga memukul korban dengan broti yang ada di atas tumpukan tali. Broti tersebut dipukulkan ke bagian tangan kiri korban, bagian kaki dan tengkuk. Akibatnya korban tak sadarkan diri dan berlumuran darah.

Penganiayaan itu berhasil dihentikan abang sulung para terdakwa, yakni saksi Dapot Simbolon dan memerintahkan para terdakwa untuk membuka ikatan korban. Korban dibawa ke Puskesmas Tiga Dolok dan dirujuk ke Rumah Sakit di Siantar hingga meninggal dunia pada hari kelima.

Untuk mendengarkan keterangan sakis - saksi, majelis hakim pimpinan, Lisfer Berutu, menunda persidangan hingga sepekan.

Penulis: ay. Editor: gun.
Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!