HETANEWS

Ikan di Sungai Mati, Warga Menduga Ada Pencemaran dari Limbah Kolam

Ikan-ikan mengapung di atas air, yang diduga mati akibat pencemaran air sungai oleh limbah Mini Water Park Kolam Renang MP 59. (foto/hug)

Siantar, hetanews.com - Warga yang bermukim di Jalan Mangga, Kecamatan Siantar Marihat, kaget melihat sejumlah ikan-ikan di sungai, mengapung di atas permukaan air.

Warga menduga, penyebab matinya ikan-ikan kecil tersebut, dikarenakan pencemaran air sungai oleh salah satu wahana pemandian komersil yang berdiri di bantaran sungai.

Kejadian itu diketahui pada Rabu (7/3/2018) pagi. Warga setempat yang umumnya memancing di sungai tersebut, melihat beberapa ekor ikan mengapung di atas permukaan sungai.

Ikan-ikan yang hidup di sungai, persis di tembok bangunan Mini Water Park Kolam Renang MP 59. (foto/hug)
 

Anggapan mereka, ikan-ikan itu mati diakibatkan pembuangan limbah dari Mini Water Park Kolam Renang MP 59 yang beroperasi di bantaran sungai tersebut.

"Setiap kali dibuang limbah air kolam itu, ikan-ikan disini langsung bermatian. Mungkin karena air limbahnya mengandung kaporit yang membuat ikan mati," ujar salah seorang warga setempat yang ditemui di lokasi.

Bangunan Mini Water Park Kolam Renang MP 59. (foto/hug

Meskipun demikian, limbah yang diduga dibuang ke sungai pada saat pembersihan kolam tidak serta merta, mengakibatkan seluruh ikan di sungai mati. Hal itu terlihat dari permukaan air sungai persis di dekat tembok pembatas wahana pemandian komersil tersebut. 

Amatan dari lokasi saat siang, sekira pukul 12. 00 WIB, masih terlihat ada beberapa ekor ikan yang hidup dalam air sungai. Padahal, radius antara pemandian dan tempat ikan berada begitu dekat.

Kendati demikian, warga setempat tetap beranggapan jika matinya ikan kecil tersebut terjadi setelah pembuangan limbah ke sungai. Alasanya, pada pipa pembuangan limbah yang  jatuh ke aliran sungai setiap kalinya mengakibatkan ikan di sekitarnya mati.

Penulis: gee. Editor: gun.