Siantar, hetanews.com - Selama proses perekrutan pegawai BLUD RSUD Djasamen Saragih, terjadi perbedaan pandangan antara tim Panitia Seleksi (Pansel).

Hal ini mengakibatkan pengunduran diri 2 oran Wakil Direktur (Wadir) RSUD dari Pansel.

Hal itu muncul ke permukaan setelah Wadir I RSUD Djasamen Saragih, Harlen Saragih, mengakui dirinya telah mengundurkan diri tim Pansel. Meskipun demikian, keputusan yang Ia lakukan tetap di tangan Direktur Utama (Dirut) RSUD. 

Secara pribadi Harlen menilai, adanya ketidak sesuaian pandangan ini diakibatkan masuknya salah satu oknum yang dianggapnya tidak memiliki orientasi yang sama dalam proses penerimaan pegawai RSUD.

"Alasan saya mundur dari Pansel bersifat pribadi. Tapi saya harus tetap patuh pada pimpinan dalam hal meningkatkan kualitas pelayanan di RSUD. Saya mundur karena merasa ada oknum yang nilai tidak memadai untuk kembali ikut serta dalam Pansel ," ungkapnya, Rabu (7/3/2018).

Pandangan tersebut bukan tidak beralasan. Ia menambahkan, pada perekrutan karyawan rumah sakit tahun lalu, oknum yang dia maksud juga ikut dalam Pansel. Namun dalam prosesnya saat itu, oknum tersebut kata Harlen, memanfaatkan kesempatan untuk mengambil keuntungan.

"Dua tahun lalu saya juga mundur dari Pansel. Karena gak mau kinerja saya dikotori oknum yang tidak bertanggung jawab. Dan kali ini, oknum itu juga diikut sertakan, makanya saya juga mundur dari Pansel," kata Harlen menambahkan.

Kendati demikian, dirinya tetap mendukung program Pemko Siantar khususnya Dirut RSUD Djasamen Saragih untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

"Walaupun saya mundur dari Pansel, akan tetap dukung apa kebijakan pimpinan untuk memajukan rumah sakit ini," katanya.

Sebelumnya, Ketua Pansel Penerimaan Pegawai RSUD Djasamen Saragih, Roni Sinaga, enggan berkomentar mengenai adanya 2 orang petinggi di RSUD yang mengundurkan diri dari Pansel. Walau pun demikian, proses perekrutan pegawai RSUD tetap berlanjut.

"Informasinya benar, Wadir I dan Wadir II memang mundur dari Pansel, tapi mengenai alasan mereka, nanti tanya langsung ke Diruts saja," ujarnya.