HETANEWS

Unit PPA Polres Siantar Kembali Periksa Serti yang Diduga Disiksa Mantan Majikan

Serti Butar-Butar dan keluarganya saat berada di Polres Siantar. (foto/res)

Siantar, hetanews.com - Serti Boru Butar-Butar yang diduga disiksa mantan majikannya, Drg Herawati beralamat di Jalan Viyata Yudha, Kecamatan Siantar Siatalasari, kembali diperiksa Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Siantar, Selasa (6/3/2018). 

Dalam pemanggilan kali ini, Serti tidak sendirian melainkan didampingi Ibunya dan para keluarganya ke Polres Siantar untuk mengikuti proses hukum yang berjalan. 

Kepada sejumlah media, keluarga Butar-Butar menyatakan prihatin dengan keadaan yang terjadi terhadap Serti.

"Sewaktu diperiksa juru periksa (juper), anak saya sudah bisa menjawab dengan mendetail kejadian yang terjadi selama berada di rumah terlapor (Herawati)," ungkap ibu kandung Serti, Nurmaida.

Saat disinggung, apakah benar Serti mengalami gangguan kejiwaan, Nurmaida mengatakan hal itu tidak benar. Karena anaknya sudah diperiksa di RSUD Djasamen Saragih. 

"Masjelita (dokter kejiwaan) menyatakan semuanya bersih, tidak ada gangguan jiwa sama sekali kepada anak saya. Bahkan kita juga sudah ke psikiater dan asil radiologinya, Serti tidak ada mengindap gangguan jiwa," pungkas Nurmaida. 

Lanjutnya, jika pun terlapor membantah menyiksa Serti, menurutnya masih ada bekas luka atas penganiayaan di sekujur kepala, badan dan mata.

Saat ditanya adanya surat catatan yang ditulis Serti, Nurmaida dengan santainya menjawab kalau awalnya keluarga dari Herawati sangat baik terhadap anaknya 

"Sekian lama di sana dan semakin hari, keluarga (Herawati) itu makin mau memukul dan menyiksa Serti. Dia (Serti) membuat surat itu karena mau lari dan meletakkan di bawah bantal. Surat itu juga dibuat karena jauh jauh hari sudah ada niat Serti untuk lari dari rumah karena sudah merasakan banyak penderitaan," tuturnya. 

Bahkan, Serti juga pernah mendapatkan ancaman dari keluarga Herawati, jika dirinya akan mati pelan-pelan di tangan terlapor.

"Habis itu kubuang kau ke Sungai Bah Bolon. Lalu kusuruh satpam Karo-Karo untuk membuang kau kesana', itulah ancaman dia (Herawati) terakhir samaku," ungkap Serti. 

Ketika ditanya luka yang dialaminya di tangan, Serti mengatakan, itu akibat pemukulan yang dilakukan mantan majikannya. 

"Anak saya dipukul pakai talenan jadi ditangkis dengan tangan. Bukan hanya itu (bekas pemukulan), ada juga masih bekas gosokan di tangannya," sebut Nurmaida.

Penulis: res. Editor: aan.