Siantar, hetanews.com - Puluhan tenaga honor Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSUD Djasamen Saragih datang menyampaikan aspirasinya ke Kantor Balai Kota Siantar, Selasa (6/3/2018) sekira pukul 10.00 WIB.

Kedatangan perawat, bidan maupun tenaga administrasi ini mendesak Pemko Siantar agar segera memperhatikan status mereka sebagai pegawai.

"Kami meminta agar setiap tenaga honor yang selama ini sudah mengabdi menjadi skala prioritas dalam perekrutan pegawai RSUD Djasamen Saragih," ujar Ketua Serikat Buruh Solidaritas Indonesia (SBSI) Kota Siantar, Ramlan Sinaga.

Menurutnya, belakangan diketahui ada indikasi kecurangan dalam perekrutan pegawai RSUD Djasamen Saragih yang dilakukan Panitia Seleksi (Pansel). 

"Dalam proses penjaringan, ada 4 orang yang masuk sebagai tenaga magang baru dan mereka akan ikut perekrutan. Padahal masih ada 70 an tenaga honor yang harus dijadikan prioritas sebagai pegawai RSUD," tukas Ramlan.

Oleh karena itu, sebut Ramlan yang mendampingi kasus ini dari 9 bulan lalu, begitu menyayangkan adanya oknum Pansel ikut memanfaatkan kesempatan penjaringan ini dengan 'menitipkan' beberapa tenaga magang baru dalam masa perekrutan pegawai.

Sementara itu, masih banyak tenaga magang yang sudah puluhan tahun mengabdi, bahkan bekerja tanpa menerima upah.

Pada pertemuan yang diselenggarakan di salah satu ruangan Bappeda itu turut dihadiri oleh Wakil Wali Kota Siantar, Togar Sitorus, Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Siantar, Kabag Hukum, Wadir III RSUD Djasamen Saragih bersama puluhan tenaga magang.