HETANEWS

Warga Humbahas Diciduk Terkait Ujaran Kebencian di Medsos, Dosmar Bantah Ikut Terlibat

Status klarifikasi dari Bupati Dosmar Banjarnahor terkait penangkapan salah satu warganya. (foto/Rachmat Tinton)

Humbahas, hetanews.com - Bupati Humbang Hasundutan (Humbahas) Dosmar Banjarnahor, memberikan klarifikasi melalui akun Facebook (FB) nya terkait adanya salah seorang warga ditangkap polisi karena diduga melakukan pelanggaran terhadap Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Melalui akun facebook  miliknya atas nama Dosmar Banjarnahor II, Dosmar pun dengan tegas membantah sejumlah tudingan sejumlah orang yang menyebut keterlibatan dirinya atas pelaporan Alex Sinambela. Melalui status yang diunggahnya, Dosmar juga mengungkapkan rasa keprihatinannya terkait penangkapan salah satu warga Humbahas tersebut.

"Selamat pagi utk kita semua, Setelah melihat postingan orang-orang tertentu yg mengkaitkan saya dengan masalah hukum Bapak Alex Sinambela, perlu saya luruskan bahwa itu tidak ada sedikit pun keterkaitan dengan saya, tetapi kita sebagai warga Humbahas sangat prihatin dengan masalah tersebut, dan mari kita melakukan langkah-langkah positif yang bisa membantu Bapak Alex Sinambela agar bisa secepatnya selesai masalah hukum yang terjadi dengan dia, agar hari-harinya bisa normal kembali seperti sediakala", tulis akun facebooknya, Senin (5/3/2018).

Status yang dibagikan Bupati Dosmar Banjarnahor sekaligus Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Humbahas itu pun segera mendapat sejumlah tanggapan dari berbagai pihak, baik warga netizen dan para politisi.

Ketua PAC PDI Perjuangan Doloksanggul, Riswandi Lumban Gaol membenarkan status dari Bupati Humbahas yang ditulis melalui akun FB nya.

Karena yang melapor pemilik akun Alex Sinambela, kata Riswandi, bukanlah kader partai PDI Perjuangan Humbahas, melainkan Ketua Banteng Muda Indonesia (BMI) Sumatera Utara.

"Untuk kita luruskan, yang melaporkan Alex bukan warga sini (Humbahas), warga Medan. Bahkan Bupati saya kira gak tau soal itu. Baru lah setelah adanya kabar penahanan, Bupati mengetahuinya," terang Riswandi.

Postingan Alex Sinambela di salah satu group facebook yang diduga melanggar UU ITE.  (foto/Rachmat Tinton)

Disebutkannya lagi, pemilik akun Alex Sinambela dilaporkan beberapa waktu lalu oleh Ketua BMI Sumatera Utara, Sastra.

Dan dasar pelaporan akun tersebut, kata Riswandi, karena salah satu komentar dari akun tu dianggap telah mengungkit isu Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan (SARA) terkait Pilgubsu 2018, setta diklaim telah merugikan PDI Perjuangan maupun Megawati Soekarno Putri selaku Ketua Umum.

"Namanya juga media sosial, ada jutaan orang yang terhubung, jadi kemungkinan Sastra tak sengaja membaca postingan dari Alex tersebut. Jadi jangan asal menuduhlah. Jangan didramatisasi berlebihan. Banyak pihak yang mempolitisasi ini," tambahnya.

Untuk diketahui, sebelumnya pemilik akun Alex Sinambela telah dilaporkan ke Polda Sumatera Utara (Poldasu), Senin (19/2/2018).

Pihak pelapor yang tertera di Laporan Pengaduan (LP) bernomor 225/II/2018 SPKT II adalah Sastra warga Jalan Sakura Taman Alamanda No 15, Kelurahan Tanjung Selamat, kecamatan Tuntungan, Medan, yang menjabat sebagai Ketua BMI Sumut.

Kemudian dikabarkan, pemilik akun Alex Sinamba sudah ditahan di ruang tahanan Poldasu pada Jumat (2/03/2018) kemarin.

Akun itu dilaporkan karena diduga membangkitkan isu SARA terkait Pilkada 2018 Sumut. Di kolom komentar dari salah satu postingan di group facebook Kabar Kabari Humbang Hasundutan, akun Alex Sinambela pernah menulis beberapa statemen yang dianggap melanggar UU ITE hingga dilaporkan ke Poldaau.

"Asuhan Nenek Mega yang sangat rakus dgn jabatan, jangan kasih peluang ditanah leluhur kita, silahkan hengkang kaki dan kembali ke p.Jawa yang semata-mata negara ini diperbudak oleh Jawa," demikian tulis akun facebook Alex Sinambela hingga menyeretnya berurusan dengan Kepolisian.

Penulis: tim. Editor: aan.