Siantar, hetanews.com - Rambu-rambu lalu lintas digunakan untuk memberitahukan kepada pengendara agar tertib berlalu lintas saat di jalan raya.

Dan begitu banyaknya rambu lalu lintas di jalanan. Salah satunya adalah tanda dilarang parkir yang menandakan, bahwa daerah tersebut tidak diperbolehkan untuk parkir. 

Larangan parkir tersebut di Kota Siantar tampak jelas terlihat di Taman Bunga atau Lapangan Merdeka. Namun larangan parkir tersebut seolah tidak diindahkan masyarakat.

Bahkan parahnya lagi, Pemko Siantar seolah-olah membenarkan tindakan yang salah tersebut dengan mengutip retribusi parkir dan memberikan karcis parkir kepada pengendara. 

Salah seorang pengunjung Lapangan Merdeka, Silok, Minggu (4/3/2018) menyebutkan, dirinya dimintai parkir oleh petugas parkir dan meminta sebesar Rp 2.000. "Padahal, kalaupun ditarik, parkir roda dua setau saya Rp 1.000, ini malah diminta Rp 2.000," sebutnya. 

Silok menyebutkan, ketika dirinya hendak parkir, petugas parkir memberikannya karcis parkir, dan saat hendak pergi, petugas parkir meminta kembali karcis tersebut.

"Kata petugas parkir bermarga Aritonang itu buat pertanggung jawaban sama kantor. Enggak saya kasih lah karcisnya sama dia," sebutnya.

Parahnya, karcis parkir yang diberikan kepada Silok adalah karcis untuk roda 4, padahal dirinya menggunakan sepeda motor.

"Berarti ini indikasinya sengaja mereka enggak cetak karcis roda 2 biar Rp 2.000 semua bayar karcis," duga Silok. 

Sekedar informasi, berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 Tahun 2011 tentang retribusi daerah, bahwa daerah Lapangan Adam Malik dan Lapangan Merdeka atau Taman Bunga, merupakan daerah tanpa Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang berarti daerah tersebut, merupakan zona bebas retribusi.