HETANEWS

Pernikahan Anaknya Pakai Helikopter Polisi, Rizal Ginting Angkat Bicara

Pasangan pengantin yang menikah menggunakan helikopter polisi.

Siantar, hetanews.com - Dituduh pakai fasilitas negara berupa helikopter polisi untuk menyelenggarakan pesta pernikahan anak bungsunya, Kusma Erizal Ginting angkat bicara.

Pengusaha perhotelan dan bengkel mobil tersebut blak-blakan hanya melaksanakan kewajibannya sebagai seorang ayah dengan menyelenggarakan pesta nikah yang disebutnya Royal Wedding.

Seperti yang diketahui saat melangsungkan pernikahan anaknya dr Fihzan Satria Widyatama Ginting dan dr Sartika Ayunigsih Sipahutar, pasangan pengantin tersebut memakai fasilitas negara berupa helikopter Polda Sumut.

Heli tersebut digunakan untuk mengantar pasangan itu menujut ke tempat tujuan pesta di Hotel Humanitas, Siantar Minggu 25 Februari 2018 lalu.

Banyak netizen kemudian protes terkait pemakaian heli tersebut untuk kepentingan pribadi. Bagaimana heli yang harusnya digunakan untuk operasional kepolisian digunakan resepsi pernikahan?

Menurut Erizal banyak orang yang uring-uringan terkait perhelatan royal wedding anak bungsunya. Dia menyebut pemakaian fasilitas negara itu sebagai prasangka murahan. 

"Prasangka murahan merajalela mencari yang tak ada dicari dan membias liar demi memuaskan libido barbar," katanya.

Erizal membela diri soal pemakaian heli tersebut. Erizal menyebut pesta pernikahan anaknya tersebut merupakan kado istimewa bagi kotanya tercinta Pematang Siantar.

"Masih saja dipelintir oleh mereka yg berjiwa kerdil uring2an kebakaran jenggot bermanuver picisan ingin menjatuhkan," ungkapnya.

Sebaliknya video pemakaian heli yang kini menjadi trending topik tersebut saat ini menguntungan dirinya. Erizal menyebut sebagai rezeki ektra bonus baginya sekeluarga.

"Top viral yang berlimpah penggemar berskala asia. Wow, thanks my God," ujarnya di akun Facebook miliknya Erizal Ginting.

Berikut ini postingan Erizal Ginting di akun Facebooknya:

"First,best and the biggest Royal Wedding of all time in Sumatera...F T/dr.Fihzan & dr.Tika"./3
Alhamdulillah sungguh Engkau Maha pemurah lagi penyayang Ya ALLAH...usai sudah melaksanakan Kewajibanku sebagai seorang Ayah pada putra bungsuku dalam perlehatan Royal Weddingnya yang kukemas All Out begitu rupa...sebagai kado istimewa bagi kotaku Siantar tercinta."

"Masih saja dipelintir oleh mereka yg berjiwa kerdil uring2an kebakaran jenggot bermanuver picisan ingin menjatuhkan,kini terbalik malah Trending topik dan berubah jadi Rezeki Ekstra Bonus bagi kami sekeluarga....Top VIRAL yg berlimpah Penggemar berskala Asia,wowww thanks my GOD."

"Sambil tersenyum lucu aku menggumam "Begitu mudahnya api berkobar dan setan berkibar kibar di singgasana penyakit hati yang bermahkota dengki,prasangka murahan merajalela mencari yang tak ada dicari dan membias liar demi memuaskan libido barbar "

"Terimakasih kawan,telah memperhatikan kami.....Aamiin Aamiin!
There is plenty to get excited and total,because along with all the usual pomp that surrounds a royal wedding,Fihzan and Tika wedding will come with so many of a surprise and dream to happy ending!
Amazing Sunday 28-2-2018,Special moment for my youngest son.
Siantar Jumat 2 Maret 2018.

Pakai Heli Tanpa Prosedur

Penggunaan helikopter pada pernikahan Fihzan dan Tika belakangan menimbulkan masalah. Pasalnya heli tersebut digunakan tanpa adanya prosedur penggunaan ke Poldasu.

Hal ini disampaikan oleh Kapolda Sumut Irjen Paulus Waterpaw.

Kata Paulus, ia sudah mendapat informasi lengkapnya setelah melakukan rapat dengan jajaran Polda Sumut.

Saat ini tim yang ia bentuk sudah melakukan klarifikasi dari Iptu Togu, pilot yang menerbangkan helikopter tersebut.

Namun, Poldasu belum bisa mengambil tindakan lebih lanjut karena kasus ini diserahkan ke Mabes Polri.

"Fakta (penggunaan helikopter oleh warga sipil) yang dimaksud memang betul. Jadi, laporannya hari Minggu lalu sekitar pukul 10.00-an ada heli yang digunakan di Siantar dalam rangka membantu prosesi pernikahan itu. Saya katakan ini unprocedure ya," ungkap Paulus, Jumat (2/3/2018).

Jenderal bintang dua ini mengatakan, kesalahan prosedur tersebut merupakan tanggungjawab pilot yang menerbangkan helikopter dimaksud.

Sehingga, Poldasu menyerahkan sepenuhnya kasus ini pada Mabes Polri.

"Ini statusnya adalah BKO. Jadi kami harus lapor dan menyerahkannya pada ankumnya (atasan yang menghukumnya)."

"Kecuali ada perintah dan petunjuk lebih lanjut, baru kami lakukan penyidikan," ungkap Paulus.

Ia membantah keras adanya isu yang mengatakan pasangan pengantin tersebut punya hubungan keluarga dengan pejabat Polda Sumut.

Katanya, mungkin keluarga si pengantin membangun hubungan secara personal saja dengan berbagai pihak.

"Saya hanya mau menegaskan itu. Apakah ada dugaan keluarga Kepolisian, saya nyatakan tidak," katanya.

Lalu, apakah nanti keluarga pengantin itu akan ikut diproses, mantan Kapolda Papua ini mengaku tengah menunggu arahan dari Mabes Polri.

Jika diminta, tentunya si pengguna helikopter akan dimintai keterangannya dari siapa ia bisa menyewa tunggangan orang nomor satu di Poldasu itu.

sumber: tribun-medan.com

Editor: aan.