Simalungun, hetanews.com- Surat Pemberitahuan Pemeriksaan dan Hasil Penyelidikan (SP2HP) kasus penganiayaan yang menimpa Jon Jawak, warga Naga Saribu, Kecamatan Pamatang Silimahuta hingga saat ini tidak sampai ke tangan korban.

Hal itu terungkap, saat korban beserta penasehat hukumnya dari Lembaga Bantuan Hukum(LBH) Perjuangan Keadilan, menyambangi Mapolsek Saribudolok yang menjadi penyidik dalam kasus ini.

"Kami kesini untuk meminta STPL dan SP2HP yang menjadi hak pelapor. Tapi apa, pihak kepolisian sepertinya kelabakan dan tidak dapat memberikan apa yang sejatinya hak kami sebagai pelapor," ujar Ferbrido Sitanggang, selaku penasehat hukum korban, Jumat (2/3/2018).

Banyak kejanggalan yang dilakukan penyidik dalam menangani kasus pengeroyokan yang dialami Jon Jawak. Di mana, tambah Febri, hingga kini tidak diketahui kejelasan penanganan perkara.

"Perkara ini sudah berlangsung sejak Juli 2017 lalu, tapi hingga kini gak jelas penanganannya. Katanya sih sudah di P21, tapi saat kita minta SP2HP nya agar lebih pasti, pihak Kepolisian tak sanggup memberikan," katanya.

Saat disambangi ke kantornya, kata Febri, pihak Kepolisian dalam hal ini Kanit Intel Polsek Saribudolok, marga Panjaitan, berkilah jika surat itu sudah dikirimkan kepada pelapor melalui Kepala Desa.

Ironisnya, saat Panjaitan mencoba menelepon perangkat desa setempat, malah (Sekretaris Desa) yang diteleponnya itu malah membantah hal tersebut.

"Sudah ada dikirim Sihombing surat ke bapak untuk disampaikan ke Jon Jawak? Gak ada, kurasa tinggal di meja Langulu," ujar Febri, meniru perbincangan telepon antara Sekretaris Desa dan Kanit Intel Polsek Saribudolok.

Baca Juga: Keluh Kesah Pelapor, Tindak Pidana yang Dilaporkannya Mengendap

Febri menuturkan, pihaknya kecewa mendapati kenyataan ini. Menurutnya, perkara ini akan didiskusikan terlebih dahulu dengan tim di LBH PK guna menentukan langkah selanjutnya atas perkara tersebut.

"Kalu gak jelas gini penanganannya, akan kudiskusikan dulu sama tim, apakah perlu ditempuh langkah pra pradilan," kata Febri.