HETANEWS.COM

Maling Brankas Gudang Padi Menangis Dibui 3 Tahun

Terdakwa Polmen Siallagan alias Komeng, saat mengikuti jalannya sidang. (foto/BT)

Siantar, hetanews.com - Polmen Siallagan (23) alias Komeng, terdakwa pelaku pencurian brankas, di gudang padi Jalan Sisingamangaraja menangis divonis 3 tahun oleh hakim di Pengadilan Negeri (PN) Siantar.

Vonis terhadap warga Pangkalan Buntu, Desa Tiga Bolon, Kecamatan Sidamanik, Kabupaten Simalungun ini, dibacakan oleh hakim ketua, Rosihan Rangkuti, di ruang sidang Chandra, Jumat (2/3/2018), pukul 15.00 WIB.

“Menjatuhkan pidana penjara selama 3 tahun. Perbuatan terdakwa melanggar pasal 363 Ayat 1 ke 4e, 5e KUHPidana tentang tindak pidana pencurian dalam keadaan memberatkan,” ujar Rosihan.

Menurut hakim, perbuatan terdakwa membuat Gunawan merugi sebesar Rp 73 juta. Sedangkan hal yang meringankan, terdakwa berlaku sopan dan mengakui semua perbuatannya.

Sebelumnya,Jaksa Penuntut Umum (JPU), Samuel Sinaga, menuntut terdakwa dengan pidana penjara selama 4 tahun.

Meski begitu, usai pembacaan vonis, terdakwa dan JPU menerima putusan tersebut. Kemudian hakim menutup sidang sembari mengetuk palu 3 kali.

Diketahui, kasus ini bermula saat terdakwa, bersama dua rekannya, JH dan MES, berkas terpisah, pada Selasa, 7 November 2017, pukul 19.00 WIB, bertemu dan merencanakan pencurian di UD Bintang Cahaya Tani atau gudang padi milik korban.

Ketiganya lalu mempersiapkan peralatan, seperti cangkul, gerenda, tali tambang, 1 besi aspak sepanjang 1 meter. Selanjutnya setelah mendapatkan semua alat-alat, sekira pukul 20.00 WIB, terdakwa dan dua rekannya berangkat dari Pangakalan Buntu, Desa Tiga Bolon dengan menggunakan sepeda motor Suzuki FU warna hitam milik terdakwa.

Para pelaku menuju bagian belakang gudang UD Bintang Cahaya Tani dari ladang jagung yang ada di belakang kios. Sesampainya di bagian belakang gudang dan menggali tanah, di bawah pagar gudang dengan menggunakan cangkul.

Para pelaku masuk ke dalam dan mengambil uang sebesar Rp 3 juta dari dalam laci meja, lalu memasukkannya ke dalam kantong plastik. Tak cukup di situ, sebuah brankas, warna abu-abu yang terletak di dalam lemari kecil dibawa para pelaku dari lokasi.

Akibat perbuatan terdakwa tersebut, saksi korban Gunawan mengalami kerugian sebesar Rp 70 juta.

Penulis: bt. Editor: gun.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan