HETANEWS

Sebagian Diaspal, Sebagian Lagi Tidak, Warga Pertanyakan Ini

Kondisi ruas badan jalan, di Nagori Siborna yang rusak dan berpotensi membahayakan pengguna jalan. (foto/noto)

Simalungun, hetanews.com- Masyarakat yang bermukim di Nagori Siborna, Kecamatan Panei, Kabupaten Simalungun, masih mengharapkan perbaikan jalan yang belum tuntas, tepatnya di seputaran Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Siborna.

Pasalnya, akses jalan alternatif tersebut, kondisinya terbilang cukup memprihatinkan dan berpotensi membahayakan pengguna jalan, khususnya pengendara roda dua.

Seperti yang diketahui, pada bulan Oktober 2017 lalu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) menggelontorkan dana sebesar Rp 9.894.047.000.00, untuk memperbaiki jalan jurusan Kecamatan Panei Simarimbun-Tigaurung Sidamanik.

Namun di beberapa titik jalan, belum mendapatkan perbaikan, dan kini kondisinya sudah semakin rusak.

Keadaan ini yang memunculkan pertanyaan warga Siborna, terkait keseriusan Dinas PU dalam merealisasikan proyek peningkatan jalan.

"Bingung juga kita dibuat, ada yang diaspal, ada yang tidak diaspal. Padahal, jaraknya enggak terlalu jauhnya. Kenapa enggak dituntaskan aja pengaspalannya, kok setengah-setengah pengerjaan proyeknya," imbuh Aditia Sigiro saat dimintai tanggapan oleh hetanews.com, Kamis (1/3/2018).

Amatan di lokasi, memang terdapat sekira 600 meter badan jalan yang belum diaspal, sedangkan di ruas badan jalan lainnya, terlihat sudah aspal.

Pemandangan yang sama juga ditemui hetanews.com, di ruas jalan Nagori Sosor Martabe, dan wilayah Tigaurung, Kecamatan Pamatang Sidamanik.

Peningkatan infrastruktur jalan yang menelan dana hampir Rp10 miliar ini masih menyisahkan ruas badan jalan yang tidak diaspal.

Menurut Imam Sinaga, warga Tigaurung, Pemkab Simalungun terkesan setengah hati dalam merealisasikan peningkatan jalan alternative, menuju kawasan wisata Danau Toba itu.

"Katanya dulu mau dibagusi dari Kecamatan Panei Simarimbun sampai Nagori Tigaurung ini, tapi udah selesai pengaspalan, malah ada beberapa titik jalan yang enggak diaspal sama sekali, jadi bingung juga kita ini," ucap pria bertubuh kurus ini.

Sebelumnya, pada 5 Oktober 2018 lalu, Staf Ahli Pemkab Simalungun, Marolop Silalahi mengatakan, pihakny akan merealisasikan peningkatan jalan dari Tigaurung sampai ke Nagori Manik Saribu pada tahun 2018.

Namun faktanya, realisasi peningkatan jalan jurusan yang dikerjakan PT Harbangan Multi Kontraktor pada tahun 2017 lalu, hingga kini masih menyisahkan jalan rusak yang belum tersentuh aspal.

Penulis: tim. Editor: gun.