Karo, hetanews.com - Ketua Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sariati Terkelin Brahmana, Minggu (25/2/2018) menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) III  Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi), di Hotel Ibis, Trans Studio Bandung.

Himpaudi tahun 2018 resmi dibuka Ketua Umum (Ketum) Pengurus Pusat Himpaudi, Netti Herawati dengan mengusung thema 'Himpaudi Profesional dan Mandiri Menuju Kesetaraan Pendidik PAUD' yang dihadiri sebanyak 257 orang peserta yang merupakan perwakilan pengurus wilayah (daerah se Indonesia).

Rakernas III Himpaudi membahas arah kebijakan pengurus pusat yang dibagi dalam 3 komisi. Yakni Komisi A membahas penyusunan rekomendasi Musyawarah Nasional (Munas) IV. Komisi B membahas action plan strategi perjuangan kesetaraan untuk penghargaan dan pembinaan profesi pendidik PAUD.

Sementara Komisi C membahas rekomendasi khusus terkait permasalahan administrasi keanggotaan dan lainnya.

Di sela-sela acara, Sariati mengatakan, kegiatan tersebut akan berlangsung selama 3 hari sejak (25-27/2/2018).

“Tentunya saya selaku pengurus  Bunda PAUD di Kabupaten Karo, wajib turut menyukseskan kegiatan ini. Karena selain rakernas ada juga Seminar Gerakan Nasional Orangtua Membacakan Buku (Gernas Baku) yang bertujuan sebagai gerakan nasional agar bisa berkolaborasi dengan pemerintah, penggiat peduli pendidikan anak usia dini, perguruan tinggi, dan dunia usaha dalam rangka partisipasi keluarga dan lembaga PAUD untuk menumbuhkan budaya membaca,” ujarnya.

Dikatakannya, gerakan nasional ini digalakkan karena minimnya budaya baca, termasuk di Karo. Karena banyak laporan dan masukan, bahwa niat membaca hanya di saat sekolah. Sementara anak usia dini  saat ini lebih suka menonton TV daripada membaca.

“Mudah-mudahan, setelah selesai mengikuti seminar ini, saya akan mengajak melalui Dinas Pendidikan (Disdik) agar digalakkan minat  membaca. Karena dengan membaca dapat memperluas wawasan serta dapat mengoptimalkan kemampuan berkomunikasi dan berbahasa sejak dini,” ujarnya.

Ia mengatakan, selaku Bunda PAUD dan Ketua Tim Penggerak PKK Karo, dirinya harus bisa memotivasi masyarakat dan tidak akan berpangku tangan. Akan tetapi harus mampu menjalin kerjasama dengan tokoh masyarakat, tokoh agama dan seluruh masyarakat.

“PAUD bukan hanya tanggungjawab Disdik melainkan unsan pendidikan. Tetapi tanggungjawab semua pihak, karena anak-anak usia dini di Karo nantinya akan mengisi pembangunan di Kabupaten Karo kelak,” tutupnya.

Sekedar diketahui, dalam kegiatan rakernas Himpaudi III 2018 ini, juga dilakukan diskusi panel yang mengangkat topik perjalanan perjuangan kesetaraan pendidik PAUD, gerakan moral perjuangan kesetaraan pendidik PAUD serta judicial review UU Nomor 20 Tahun Sl2003 dan UU Nomor 14 Tahun 2005 menuju Kesetaraan Pendidik Anak Usia Dini.