Siantar,hetanews.com - Proyek pembangunan jalan, di Jalan Baru Permata Raya, Kecamatan Sitalasari oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (Dinas PUPR) Kota Siantar, ditinjau langsung oleh Kepala Sesi Pidana Khusus (Kasipidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Siantar, Herianto Siagiaan, Kamis (1/3/2018).

Peninjau lokasi yang dilakukannya itu, dilatar belakangi adanya informasi terkait kejanggalan pembangunan proyek, yang selesai dikerjakan pada tahun 2017 lalu. Tidak hanya meninjau lokasi, Kasipidsus pun mencoba berkordinasi dengan Ruben Tarigan, selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas PUPR.

Lewat sambungan telephone seluler, Herianto Siagian meminta PPK Dinas PUPR tersebut untuk hadir dalam pertemuan yang direncanakan di kantor Kejari Siantar, pada hari yang sama. Namun sayang, permintaan tersebut tidak dapat dipenuhi oleh Ruben Tarigan.

"Saya sudah telepon PPK nya. Tapi katanya hari ini tidak bisa datang, karena sibuk kerja," ujar Herianto Siagian, sambil menambahkan, akan mempelajari pembangunan proyek tersebut.

Informasi yang dihimpun, pengerjaan jalan di Batu Permata Raya tersebut bersumber dari APBD tahun 2017 dengan dana sebesar Rp 497 juta. Belakangan diketahui, proyek tersebut tidak tercantum dalam Rancangan Kerja Anggaran (RKA) yang disahkan oleh DPRD Kota Siantar pada tahun yang sama.

Sementara itu, Ruben Tarigan menanggapi, pihaknya (Dinas PUPR) tidak berkewanangan dalam menentukan letak pembangunan proyek.

"Kami tidak bisa menciptakan pembangunan. Tapi itu (pembangunan) harus melalaui rapat dari kecamatan, Musrembang dan disahkan oleh DPRD. Kami tidak bisa menentukan pembangunan," katanya kepada hetanews.com beberapa waktu yang lalu.