HETANEWS.COM

Narkoba Semakin Merajalela, BNNK Karo Diminta Tembak di Tempat

Kepala BNNK Karo AKBP Heppi Karo-karo foto bersama Ketua dan Sekretaris Komisi HIV/AIDS &Napza GBKP, Tuah Bastari Barus dan Pdt Monalisa Ginting. (foto/charles)

Karo, hetanews.com - Peredaran gelap narkoba di Kabupaten Karo sudah pada level sangat mengkhawatirkan.

Masyarakat pun meminta Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Karo bertindak tegas, seperti tembak di tempat bagi bandar dan pengedar narkoba.

Pelaku kejahatan narkoba dikenal licin dan memiliki uang, sehingga harus diberikan sangsi tegas tembak di tempat. Kalau tidak jangan harap peredaran gelap narkoba bisa berhenti.

Hal itu terungkap, saat dialog diseminasi informasi dan sosialisasi pencegahan dan pemberantasan penyalah­gunaan, serta pe­redaran gelap narkoba (P4GN) bagi pekerja pers dan tokoh-tokoh agama yang diselenggarakan BNNK Karo di Aula Halilintar, Jalan Letjen Jamin Ginting, Kabanjahe, Rabu (28/2/2018).

Sejumlah tokoh agama dan pers berbicara keras dan mendesak BNNK Karo lebih berani dan garang menindak pelaku-pelaku narkoba, kalau tidak ingin generasi muda daerah ini masa depannya hancur akibat ketergantungan narkoba.

Pdt Andi Sastra menegaskan, mayoritas pengedar narkoba tersebut selalu mengulangi perbuatannya setelah menjalani masa hukuman, karena mereka hanya berorientasi pada keuntungan materi tanpa mempedulikan kelangsungan generasi bangsa.

“Pantas diberikan hukuman tembak di tempat, agar memiliki kekuatan shock therapi,” lontarnya.

Bahkan nama Presiden Philipina, Rodrigo Duterte yang menembak mati bandar dan pelaku narkoba sebanyak 4.000-5.000 orang tanpa melalui persidangan mencuat dalam sesion dialog.

Artinya sebanyak 100 an peserta kegiatan mengharapkan tindakan tegas bagi bandar dan pelaku narkoba di Kabupaten Karo.

Hal yang berbeda disampaikan Pdt Monalisa Ginting dari Komisi HIV/AIDS dan Napza GBKP, yang mempertanyakan komitmen Pemkab Karo dalam pemberantasan narkoba.

Kepala BNNK Karo, AKBP Heppi Karo-Karo tidak menampik perlunya tindakan tegas bagi bandar dan pelaku narkoba. Menurutnya, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Budi Waseso dan Deputi Bidang Pemberantasan BNN, Inspektur Jenderal Arman Depari juga sudah memerintahkan agar bertindak tegas bagi pelaku-pelaku narkoba.

Heppi menuturkan, keberadaan insan media atau pers, sangat berperan dalam membantu tugas BNN dalam mengkampanyekan bahaya narkoba kepada seluruh elemen yang ada. Informasinya akan lebih meluas dengan melibatkan wartawan.

"Tentunya saya berharap, sinergitas dan hubungan kerjasama antara BNNK Karo dengan PWI dan teman-teman wartawan lainnya maupun tokoh-tokoh agama bisa lebih ditingkatkan. Sehingga mampu memperkuat eksistensi dan sinergitas, sehingga upaya pemberantasan kejahatan narkoba bisa optimal," paparnya .

Selain itu, dia juga mengapresiasi eksistensi pers sebagai media informasi publik, karena dianggap memiliki peran dan fungsi penting dalam mendukung maupun mengukur keberhasilan pelaksanaan suatu program.

Heppi juga mengungkapkan keterbatasan personil dan anggaran yang hanya Rp 72 juta per tahun.

“Dengan anggaran yang sangat minim kami sangat kewalahan. Namun kita berharap anggaran Satgas Narkoba yang sudah dibentuk, bisa dibantu APBD Karo,” ujarnya.

Dikatakan Heppi, aparat seperti BNN, Bea Cukai, polisi, Lapas dan lainnya masih sangat rapuh, masih bisa disogok.

"Parahnya lagi, alat-alat kita pendeteksi juga jauh tertinggal, ada baiknya BNN juga memiliki alat-alat canggih seperti milik KPK dalam mendeteksi pelaku korupsi,"'ujar pria kelahiran tahun 1963 itu.

Moderator dialog Tuah Bastari Baru di akhir pertemuan menyatakan para wartawan yang ber­tugas di Kabupaten Karo dan tokoh-tokoh agama sepakat mendukung tugas BNN dan Kepolisian, dalam mereali­sasikan program pencegahan dan pemberantasan kejahatan narkoba. 

Penulis: charles. Editor: aan.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan