Tebingtinggi, hetanews.com - Kasus persekusi yang dialami siswa SMA Nur Jamal (17) hingga tewas, akhirnya menemukan titik terang.

Tiga orang pelaku yang kabur selama 8 bulan akibat ditangkap petugas Satuan Reskrim Polres Tebingtinggi di bawah pimpinan AKP T Butar-Butar.

Kasubbag Humas Polres Tebingtinggi, AKP MT Sagala didampingi KBO Sat Reskrim Iptu Beringin Jaya, Kamis (1/3/2018) membenarkan penangkapan yang dilakukan terhadap para pelaku penganiayaan.

"Para pelaku sebanyak 3 orang telah berhasil diamankan dari tempat yang berbeda," sebut Sagala.

Ketiga pelaku adalah AM alias Ari (23) warga Dusun III Kampung Banten Desa Paya Lombang Kecamatan Tebingtinggi, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) dan Dusun Harapan Jaya Desa Teluk Bano I, Kecamatan Bangko Pusako, Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau.

Selanjutnya MES alias Eko (30) warga Dusun II Desa Pertapaan Pondok Sibarau Afdeling IV Kebun Rambutan, Kecamatab Tebingtinggi dan IS (29) warga Dusun III Kampung Banten Desa Paya Lombang 

Ketiga diduga kuat telah melakukan penganiayaan terhadap korban pada Minggu (25/6/2017 ) di Dusun III Kampung Banten Desa Paya Lombang.

Salah satu pelaku AM berhasil ditangkap di Desa Teluk Bano I, Kecamatan Bangko Pusako, Kabupaten Rokan Hilir pada Minggu (25/2/2018).

"Masing-masing pelaku mempunyai peran yang berbeda dalam melakukan penganiayaan terhadap korban," sebut Sagala

Pelaku IS mendatangi korban yang didudukkan di kursi plastik. Lalu melakukan pemukulan 1 kali mengenai pipi sebelah kanan ,sehingga korban mengalami luka robek dan mengeluarakan darah. IS juga memukul kepala korban sebanyak 1 kali dan 2 kali menendang bagian perut.

Sementara pelaku MES melakukan pemukulan mengenai pelipis korban, menampar pipi sehingga mengalami luka robek dan menendang perut, serta menggosokkan garam ke wajah korban.

Sedangkan pelaku AM memukul kepala korban sebanyak 1 kali, mengikat tangan dan kaki dengan karet dan menundukkan korban di kursi plastik.

Perbuatan para pelaku berawal dari korban yang sebelumnya ketahuan mendorong sepeda motor.

Lalu salah satu warga meneriaki korban. Ini membuat morban berusaha lari namun berhasil diamankan warga. Akhirnya para pelaku melakukan penganiayaan terhadap korban.

"Petugas yang datang ke lokasi lalu membawa korban ke rumah sakit. Akan tetapi korban tidak tertolong sehingga meninggal dunia," ujar Sagala.

Atas perbuatan ketiga pelaku, keluarga korban merasa keberatan dan melaporkan kejadian itu ke pihak Polres Tebingtinggi.