HETANEWS

BRI KCP Doloksanggul Dinilai Nasabah Melayani ‘Setengah Hati’

Para nasabah sedang mengantri di Bank BRI Doloksanggul. (foto/rachmat tinton)

Humbahas, hetanews.com - Pelayanan nasabah di Bank Rakyat Indonesia (BRI) agaknya tidak lagi sesuai dengan mottonya, “melayani setulus hati” namun lebih kepada, melayani setengah hati. Betapa tidak, urusan nasabah di kantor perbankan tersebut kerap memakan waktu yang cukup lama. 

Di BRI KCP Doloksanggul, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) misalnya. Urusan ke teller dan Costumer Service (CS) nasabah di bank tersebut kerap membosankan dan memakan waktu yang cukup lama. Pasalnya, petugas teller di BRI Cabang dari Tarutung itu dilayani satu orang. Demikian juga petugas CS.

Kesar Lumban Toruan, warga Dolok Sanggul, kepada wartawan, kemarin, mengaku kecewa atas lambatnya pelayanan di bank tersebut. Untuk menyimpan uang saja, para nasabah harus menunggu lama akibat antrian yang cukup panjang.

“Kita ini mau menyimpan uang, tapi harus menunggu lama. Itu karena petugas teller hanya 1 orang. Kalau saja petugas teller ditambah menjadi 2 orang, mungkin para nasabah tidak harus menunggu lama,” katanya.

Pria paruh baya itu, menambahkan, bahwa dirinya sudah setengah jam lebih menunggu antrian untuk berurusan dengan teller. Namun tak kunjung mendapat giliran di nomor antrian.

Kesar menuturkan, pelayananan yang lama tidak hanya di teller, namun juga di CS. Pasalnya CS di BRI tersebut hanya dilayani 1 orang. “Untuk pelayanan maksimal dan setulus hati sesuai motto BRI, sudah selayaknya kursi teller dan CS yang masih kosong untuk diisi. Sebab para nasabah juga butuh waktu untuk pekerjaan lainnya,” pungkasnya.

Menyikapi hal itu, Kepala KCP Dolok Sanggul saat hendak dikonfirmasi wartawan tidak berhasil karena tidak berada di tempat.

Petugas security di bank tersebut saat dimintai tanggapannya mengakui lambatnya pelayanan BRI KCP Dolok Sanggul. Namun hal tersebut tidak terlepas dari kebijakan pimpinan cabang di Tarutung.

Dia juga menambahkan, bahwa pada waktu tertentu, seperti Jumat pekan, pihak BRI menurunkan 2 orang untuk melayani di teller. “Pada hari biasa, kita akui pelayanan di bank ini agak lambat. Sebab dilayani 1 orang teller namun pada hari tertentu sudah dilayani 2 teller,” sebutnya.

Tidak hanya petugas di teller, katanya lagi, untuk petugas keamanan security di bank tersebut juga kurang. Sebab, hingga saat ini, petugas security masih 2 orang.

“Untuk menjaga keamanan bank ini, sudah selayaknya dilakukan penambahan security. Namun ketika hal itu kita usulkan, pimpinan cabang di Tarutung. Malah mengancam kita mundur jika tidak mampu bekerja di BRI,” pungkasnya. 

Penulis: tim. Editor: aan.