HETANEWS.COM

Petani Simalungun Ini Tetap Setia Meski Dibalas "Air Tuba"

J Damanik, salah satu petani asal Panombeian Panei yang masih setia menjalankan profesi petani meski sudah usia renta. (foto/noto)

Simalungun, hetanews.com- Kabupaten Simalungun yang dikenal sebagai sentra penghasil padi terbesar, di Sumatera Utara (Sumut), faktanya penobatan tersebut masih kurang berdampak terhadap kesejahteraan petaninya.

Petani padi yang umumnya berasal dari nagori Panombeian, kecamatan Panombeian Panei, masih mengeluhkan kurangnya perhatian pemerintah terhadap nasib mereka.

Belum lagi persoalan dugaan permainan "tengkulak" lokal yang diduga sengaja memainkan harga gabah, di pasaran dan cenderung merugikan petani.

Masalah klasik ini kian hari kian memprihatinkan, pasalnya keadaan ekonomi para petani padi menjadi sebuah taruhan, dimana kebutuhan pokok sehari-hari yang harus dipenuhi, nyaris tidak berimbang terhadap pendapatan dari bercocok tanam padi.

Itulah sepenggal kegelisahan J Damanik, kakek renta yang masih bertahan melakoni pekerjaan menanam padi, di lahan seluas 10 rantai miliknya.

Dirinya mengaku tetap setia menjadi petani, meskipun bantuan-bantuan dari pemerintah seperti pupuk maupun benih padi, belum pernah diterimanya.

"Enggak mau bohong aku bah, buat apa aku berbohong. Karena kerjaku hanya di sawah saja nya, belum pernah aku menerima bantuan," ujarnya diiringi senyum.

Kakek 70 tahun ini, mampu menghasilkan sekitar 250 kaleng gabah padi, untuk setiap panennya, dan itu pun hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok selama 3 bulan kedepan dan dibagi lagi untuk kebutuhan modal menanam padi.

"Sekitar 250 kaleng lah hasilnya, cukup buat makan dan beli bibit padi lagi sama menggaji orang pas panen nanti,"pungkas pria yang memiliki 8 orang anak ini.

Ditanya, kenapa masih bertahan menjadi petani di usia senjanya, J Damanik mengatakan, sangat mencintai profesinya, dan merasa tidak enak badan bila berhenti bekerja.

"Kalau petani sudah berhenti kerja, lalu pemerintah dan yang lainnya mau makan apa, aku enggak pernah kemana-mana, tetap di sawah saja kerjaku,"imbuhnya.

Penulis: tim. Editor: gun.
Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!