HETANEWS

GMKI Desak Wali Kota Segera Melantik Sekda, Wahyu: Jangan Terkesan Ditahan-tahan

Ketua GMKI Siantar-Simalungun, Wahyu Siregar.

Siantar, hetanews.com - Tim Seleksi (Timsel) Sekertaris Daerah (Sekda) kota Siantar sudah menyelesaikan tugas mereka dengan mengajukan 3 nama yang sudah diajukan kepada Wali Kota, namun sampai saat ini informasi mengenai siapa saja dan siapa yang akan dipilih tak kunjung terdengar.

Bahkan, Wali Kota memiliki kesan menunggu kepentingan - kepentingan terkait, siapa yang akan menjadi Sekda defenitif di kota itu. 

Terkait hal tersebut, awalnya hetanews menanyakan kepada Kepala BKD Siantar, Zainal Siahaan, Rabu (28/2/2018), terkait apakah Wali Kota sudah membuka nama - nama yang direkomendasikan oleh timsel, namun Zainal mengaku belum mengetahui hal tersebut.

"Belum tahu saya, "jawabnya singkat. 

Ditanya, apakah sudah ada tanda - tanda dari Wali Kota untuk memilih Sekdanya? Zainal juga enggan memberikan komentar lebih. "Belum ada, kan sekda itu haknya wali kota, "sebutnya. 

Sebelumnya wartawan sudah menanyakan Wali Kota terkait nama - nama Sekda tersebut, namun Wali Kota enggan membeberkannya dengan menyebutkan dirinya belum dapat "wangsit".

Menanggapi hal itu, Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) mendesak Wali Kota agar segera melantik Sekda defenitif. Sebab, GMKI menilai Wali Kota seakan-akan menunggu sebuah kepentingan.

"Dengan ini, kami GMKI mendesak Pemerintah Kota Siantar agar segera melantik Seketaris Daerah, jangan menjadi terkesan ditahan-tahan untuk suatu kepentingan yang abu-abu,"sebut Ketua GMKI Siantar-Simalungun, Wahyu Siregar.

Menurut Wahyu, desakan itu muncul melihat sebelumnya proses untuk pelantikan dari Wali Kota hingga Wakil Wali Kota terkesan lambat, sehingga membuat birokrasi di Kota Siantar terkesan berjalan terseok-seok.

"Sebelumnya wali kota dilantik memakan waktu yang lama, kemudian untuk menentukan dan melantik wakil wali kota pun teksan sangat lamban. Sampai pada akhirnya, 12 Januari 2018 yang lewat dilantik secara sah, Togar Sitorus sebagai wakil wali kota Siantar. Jadi seolah - olah dibawah kepemimpinan Hefriansyah, birokrasi terkesan berjalan terseok-seok,"katanya. 

Baca Juga:  Ditanya Soal Sekda, Hefriansyah: Belum Ku Buka, Belum Dapat Wangsit Aku

Masih kata Wahyu, pemilihan Sekda juga kembali berjalan seolah-olah terseok-seok, dimana proses yang dilalui memakan waktu yang cukup lama. "Dan kembali, kita dipertontonkan dengan proses penyeleksian untuk ditentukan secara defenitif suatu jabatan yang termasuk sangat sentral dan strategis sebagai seketaris daerah untuk kota Siantar kembali terseok-seok. Dari dimulai rumor yang dikatakan tidak ada yang mendaftar, ataupun tidak ada yang sesuai dan berkompenten sangat disayangkan,"paparnya. 

Menurutnya, dengan melihat proses yang dilalui dalam mencari Sekda cukup panjang, Wahyu berharap yang terpilih adalah yang terbaik. "Wah, dengan suatu proses yang lama, berarti bisa jadi yang terbaik dan jalannya birokrasi akan lebih baik kita harapankan.  Setelah pelantikan itu, juga kita tekankan lagi dan akan kawal terus sebagai mitra kritis pemerintahan agar roda pemerintahan secara birokrasi sinergis dan kualitas pelayanan publik ditingkatkan, apa yang disebut dalam visi - misi kota Siantar, Siantar Mantab, Maju, Jaya dapat dicapai, "paparnya.

Penulis: tom. Editor: gun.