HETANEWS.COM

Polres, Satpol PP dan Dinas Sosial Labuhanbatu Razia ‘Gepeng’

Salah satu pengemis saat dirazia Polisi dan Sat Pol PP Labuhanbatu. (foto/fendi)

Labuhanbatu,hetanews.com- Mengantisipasi kemungkinan terjadinya tindak kriminalitas, Kepolisian Resor (Polres) Labuhanbatu, Rabu (28/2/2018), menggelar operasi penertiban gelandangan dan pengemis (Gepeng) dan orang gila, di seputaran Kota Rantauprapat.

Dalam operasi ini, aparat kepolisian, dibantu personil Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Labuhanbatu dan berhasil menjaring Gepeng dan orang gila sebanyak 15 orang.

Usai digelar operasi, seluruh Gepeng dan orang gila yang terjaring, terlebih dahulu dikumpulkan di Dinas Sosial untuk dilakukan pendataan. Dari hasil pendataan, diantaranya terdapat 8 orang terganggu jiwanya (orang gila) dan 7 orang  Gepeng.

Dari 15 orang yang terjaring tersebut, 4 diantaranya berjenis kelamin wanita (ibu rumah tangga), 1 orang anak-anak berusia 14 tahun. Sebahagian besar Gepeng dan gelandangan ini, bukan penduduk Labuhanbatu, tetapi pendatang. Bahkan diantaranya, ada yang dari Bekasi Jawa Barat.

Kepala Dinas Sosial Labuhanbatu, Pendy Harahap, menjawab pertanyaan membenarkan, kalau operasi Gepeng dan orang gila ini, dilakukan Polres dan Satuan Polisi Pamong Praja.

Katanya, mereka yang terjaring terlebih dahulu dikumpulkan di kantor Dinas Sosial Labuhanbatu. Selanjutnya dibawa ke Polres Labuhanbatu, untuk diproses lebih lanjut.

Disebutkannya, di Kabupaten Labuhanbatu hingga saat ini belum ada panti asuhan, untuk menampung dan membina para Gepeng. Sedangkan untuk mereka yang terganggu jiwanya, kemungkinan akan dilakukan perawatan di rumah sakit. 

"Belum diketahui ke rumah sakit mana mereka dibawa,"ujar Pendy Harahap.

Penulis: fendi. Editor: gun.

Masukkan alamat E-mail Anda di bawah ini untuk berlangganan artikel berita dari Heta News.

Jangan lupa untuk memeriksa kotak masuk E-mail Anda untuk mengkonfirmasi!