HETANEWS
CITIZEN JOURNALISM

Bilang LSM Biadap dan Kutuk Masuk Neraka, Mirip Main Ompiang, Lista Damanik Minta Maaf

Screenshot oknum PD Pemberdayaan Kecamatan Tanah Jawa, Lista Damanik, menanggapi cuitan oknum Pendamping Lokal Desa (PLD) di Kecamatan Jorlan Hataran, pada group P3MD.

Simalungun, hetanews.com- Semudah membalikkan telapak tangan, Pendamping Desa (PD) Pemberdayaan, di Kecamatan Tanah Jawa, Lista Damanik, meminta maaf ke seluruh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Siantar-Simalungun, walau telah menghujat biadap, bahkan menyumpahi semuanya untuk masuk neraka

"Dengan besar hati saya minta maaf sebesar besarnya kepada seluruh lsm atas ucapan saya yang kurang baik dan tidak mengenakkan hati bapak ibu lsm semua dan saya sangat menyesal atas apa yang saya ucapkan. Dan saya berharap maaf saya ini diterima oleh kawan2 semua," tulis pesan singkatnya (SMS), Senin (26/2/2018) lalu.

Pernyataan maafnya ini disampaikannya, menanggapi semua rangkaian konfirmasi hetanews.com, terkait sudah mengkonfirmasi semua persoalan cuitannya.

Yakni, umpatan maupun kutukannya terhadap LSM. Juga cuitannya yang menuding mantan mitra kerjanya, PD Teknik Tanah Jawa, Sabar Martua Simamora.

Menurutnya, PD Teknik lah yang bermain di program Dana Desa. Dengan alasannya, bahwa orang teknik lah yang membuat Rincian Anggaran Belanja (RAB) proyek dana desa. Yang pembuatannya didanai dana desa dan dibayarkan oleh masing-masing Pangulu Nagori se Kecamatan Tanah Jawa.

Pendamping Desa (PD) Pemberdayaan, di Kecamatan Tanah Jawa, Lista Damanik.

Juga kepada Tenaga Ahli (TA) Pemberdayaan Dana Desa, Kabupaten Simalungun yang baru, Royani Harahap.

Selanjutnya hetanews.com akan mengkonfirmasikan semua persoalan yang ditimbulkan, Lista Damanik kepada KPW (Konsultan Pendampingan Wilayah).

Baca Juga: Cuitan Lista, Ungkap PD Teknik Hatonduhan Bandrol 1 RAB Proyek Dana Desa Rp 7 Juta

Baca Juga: Lista Damanik Tuding Mantan PD Teknik Tanah Jawa Jual Belikan RAB Proyek Dana Desa

Baca Juga: Tak Ikuti Musrembang, Lista Damanik Ngaku Nemani PD Teknik Tanah Jawa yang Baru

Baca Juga: PD Tanah Jawa Diduga Caplok Pembuatan LPJ Dana Desa TA 2017

Di mana tupoksi KPW ini bertanggungjawab dalam hal memfasilitasi proses pendampingan desa yang sesuai dengan mandat Undang-Undang, miinimal ke Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Pemerintahan Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu).

Sebelumnya juga, akibat cuitan Lista Damanik, sejumlah Pangulu Nagori di Kecamatan Hatonduhan mengatakan, dalam hal pembuatan RAB proyek dana desa tahun 2017 lalu, mereka dimintai oleh PD Teknik Hatonduhan, Tumpal Situngkir, yakni sebesar Rp 7 juta.

Ini ditanggapi Tumpal, jika dirinya tidak ada melakukan pungutan biaya apapun, walau sepeser rupiah. Dan membenarkan, dia ada melakukan pendampingan dalam hal pembuatan RAB tanpa pamrih, mengingat negara telah menggajinya untuk melakukan pendampingan.

Penulis: zai. Editor: gun.