Simalungun, hetanews.com - Terdakwa Supriadi alias Supri (33), warga  Kampung Sawah, Nagori Silampuyang dan terdakwa Jamil Ahmad Marpaung alias Jamil (22), penduduk Huta II Andarasi, Nagori Parbalokan, masing - masing divonis 7 tahun penjara.

Sedangkan terdakwa  Aries Tama alias Bolang (29), warga jalan Jambu Siantar, disidang terpisah, divonis 8 tahun penjara, di Pengadilan Negeri (PN) Simalungun, Selasa (27/2/2018).

Sebelumnya, jaksa Jan Maswan Sinurat, menuntut masing - masing selama 8 tahun penjara, denda Rp.1 Milyar subsider 3 bulan penjara. Kedua terdakwa Supriadi dan Jamil, dipersalahkan melanggar Pasal 112. Sedangkan terdakwa Bolang dipersalahkan melanggar Pasal 114 (1) UU RI No.35/2009 tentang Narkotika.  

Terungkap di persidangan, anggota Sat Narkoba Polres Simalungun, lebih dulu menangkap terdakwa Supri dan Jamil, pada Minggu, 23 Juli 2017, sekitar pukul 15.30 WIB, di Emplasemen IV Kebun Marihat Ulu, Nagori Silampuyang.

Sebelumnya, salah satu anggota Polisi, Eko Pri Utomo, menyaru sebagai pembeli (under cover buy) memesan sabu kepada Supri.  

Tanpa curiga, Supri dibantu Jamil, menemui saksi untuk mengantarkan sabu dan langsung ditangkap. Petugas menyita 3 paket sabu dan juga bong, kaca pirex, mancis, HP nokia.

Terdakwa Supri, mengaku membeli sabu dari Wahyudi alias Pak Yud (DPO) sebanyak 1/2 gram seharga Rp.600 ribu. Lalu dibagi menjadi 6 paket dan dijual seharga Rp.150 ribu/paket.  

Terdakwa mengaku mendapat untung Rp.300 ribu dan dibagi kepada Jamil Rp.100 ribu dan juga dapat pakai gratis. Atas keterangan Supri, polisi menyuruhnya memesan sabu dari Pak Yud, tapi yang mengantar pesanan adalah terdakwa Aries Tama alias Bolang selaku kurirnya.  

Atas vonis majelis hakim, Roziyanti, Justiar Ronald dan Melinda Aritonang tersebut, terdakwa didampingi pengacara Antoni Sumihar Purba, menyatakan piker - pikir.