Labuhanbatu, hetanews.com - Biadab, itulah sebutan yang pantas buat tersangka pencabulan Putra Siahaan (27) warga Tanjung Morawa, Kabupaten Deliserdang ini.

Pasalnya pria yang bekerja sebagai kernet bus BBC ini nekat mencoba memperkosa anak dari pemilik rumah yang ditumpanginya tidur, sekaligus sepupu temannya sendiri.

Informasi yang diterima, kasus pencabulan itu bermula ketika tersangka (kernek) diajak temannya (supir) BBC, Santo menginap di rumah pamannya bernama Legimin di Dusun Kampung Baru Barat, Desa Sukarame, Kecamatan Kualuh Hulu, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura), Jumat (23/2/2018).

Legimin yang tidak menyangka ternyata teman keponakannya itu nekat mencoba memperkosa anaknya yang masih berusia 15 tahun.

Bahkan yang lebih parah lagi, pelaku memukul korban dengan broti saat melakukan perlawanan. Ini mengakibatkan gigi korban copot dan mengalami pendarahan di bagian kepala hingga pingsan.

Kepada wartawan, Minggu (25/2/2018), Kapolsek Kualuh Hulu, AKP R Sihombing menjelaskan kejadian pemerkosaan itu dilakukan tersangka pada Sabtu (24/2/2018) sekira pukul .04.00 WIB, tersangka secara diam-diam masuk ke dalam kamar korban berinisian WD (15) tang saat itu tidur seorang diri.

Tersangka berusaha memperkosa korban dengan paksa membuka seluruh pakaiannya. Karena meronta, tersangka memukul rahang sebelah kanan korban dengan alat kayu broti yang berada di dalam kamar. Ini membuat gigi korban copot dan tidak sadarkan diri.

Kemudian tersangka pun pergi meninggalkan korban dalam keadaan pingsan, dan tanpa busana serta berlumuran darah di bagian wajah.

"Setelah itu tersangka pergi dengan membawa bus BBC milik Santo secara diam -diam. Tersangka juga mencuri handphone merk Vivo milik korban, gelang tangan serta cincin emas 22 karat," ungkap Kapolsek.

Mengetahui hal tersebut, orang tua korban Legimin melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kualuh Hulu.

"Tim Unit Reskrim Polsek Kualuh Hulu langsung melakukan cek Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan menyita barang bukti berupa potongan kayu broti, 1 gigi korban yang tanggal ditemukan di kasur, celana dalam diduga milik tersangka dan pakaian berlumuran darah. Lalu mengevakuasi korban ke RSU Aek Kanopan untuk dilakukan perawatan," sebut Sihombing.

Selanjutnya Unit Reskrim Polsek Kualuh Hulu melakukan lidik dan mengejar pelaku.

"Kita mendapat informasi tersangka melarikan diri ke arah Parapat. Kemudian berkoordinasi dengan Polres Siantar dan Polsek Parapat agar menyetop mobil yang dikendarai tersangka sekaligus menahannya," papar Kapolsek.

Alhasil pada pukul 11.00 WIB, pelaku berhasil ditangkap pihak Polsek Prapat dan saat ini telah diboyong ke Polsek Kualuh Hulu.

Sementara dari hasil pemeriksaan  yang dilakukan pihak RS dan interogasi terhadap tersangka, diketahui korban belum disetubuhi.

"Pengakuan tersangka dirinya belum menyetubuhi korban. Dari hasil pemeriksaan, pihak RS juga mengatakan hal yang sama," ungkap Kapolsek mengakhiri.