Medan, hetanews.com - Dalam persidangan gugatan pasangan JR Saragih dan Ance Selian di Bawaslu, Medan, ada hal baru yang diungkapkan KPUD Sumatera Utara.

Ternyata, selain JR Saragih, KPUD juga meragukan ijasah Bakal Calon (Balon) lainnya yakni Sihar Sitorus.

Di agenda persidangan yang kedua yakni pembacaan pembelaan termohon dalam hal ini KPUD, pihak Bawaslu sempat menanyakan perihal keraguan yang datang dari KPUD Sumut, sehingga memberikan pernyataan di dalam penetapan balon tidak menetapkan pasangan JR Saragih dan Ance Selian untuk bertarung di Pilkada 2018.

“Apa dasar keraguan termohon karena di awal memberikan klarifikasi, bahkan ada pernyataan konfirmasi terhadap tindakan untuk melakukan konfirmasi atau klarifikasi terhadap ijasah foto copy pemohon dan ini datang keraguan dari termohon atau seperti apa, bisa dijelaskan?,” tanya Ketua Majelis Aulia Andri kepada pihak termohon, Jumat (23/2/2018).

Menjawab hal ini, pihak KPUD yakni Anggota KPU dari Divisi Hukum Iskandar Zulkarnain mengatakan bahwa keraguan sebagai penyelenggara muncul saat balon menyerahkan persyaratan.

“Tanggal 10-16 Januari 2018 persyaratan diberikan kepada KPUD, kemudian diteliti berkas dari kesemua calon dan dari situlah ditemukan ada kejanggalan,” bebernya.

Mendengar jawaban tersebut, Bawaslu kembali bertanya dengan tegas soal keraguan yang ada dalam diri KPUD apakah berdasarkan balon pemohon atau keraguan ini muncul juga pada pasangan calon lainnya?

“Tolong semua harus diungkapkan di sini, karena ini sifatnya adalah kebenaran dan keadilan sehingga masyarakat bisa memahami apa yang terjadi di dalam pemeriksaan maupun penelitian yang dilakukan oleh KPUD sebagai penyelenggara,” ucap Ketua Majelis Bawaslu lainnya yakni Hardy Munthe.

KPUD mengutarakan bahwa keraguan ini muncul dari hasil rapat pleno, dari situlah terdapat keraguan yang terjadi pada pasangan calon. Keraguan ini datang bukan hanya pada diri JR Saragih, melainkan ada pula pasangan lain yang diragukan yakni Sihar Sitorus.

“Kita menemukan keraguan di pasangan yang lain, yaitu atas nama Bapak Sihar Sitorus. Di mana, Bapak Sihar melampirkan surat keterangan sekolah. Oleh karenanya keraguan ditemukan juga pada Bapak Sihar,” tegasnya.

Tak itu saja, KPUD membeberkan berdasarkan keraguan dari pedoman PKPU yang dipegang itulah kemudian dilakukan penelitian terhadap keenam pasangan.

“Berangkat dari keraguan, maka kesemuanya dilakukan. Setelah ada keraguan kita datangi, lalu membuat berita acara tentunya ada aturan baku untuk melakukan kunjungan tersebut,” pungkasnya.