HETANEWS
CITIZEN JOURNALISM

Dua Tenaga Ahli Dana Desa Dituding Mendamaikan Efek Ciutan Lista Terhadap Sabar

TA Infrastruktur Dana Desa Kabupaten Simalungun, Pantas Pangaribuan (kepala botak), PD Pemberdayaan Tanah Jawa, Lista Damanik, mantan PD Teknik Tanah Jawa, Sabar Martua Simamora (berdiri) dan PD Teknik Kecamatan Hatonduhan, Tumpal Situngkir (dalam mobil)

Simalungun, hetanews.com - Selaku Tenaga Ahli (TA) Infrastruktur Dana Desa di Kabupaten Simalungun, Pantas Pangaribuan tuding 2 orang TA yang baru, Royani Harahap dan Sunardi  memediasi efek dari ciutan Lista Damanik selaku PD Pemberdayaan terhadap Sabar Martua Simamora mantan PD Teknik di Kecamatan Tanah Jawa. 

Sebelumnya, Lista Damanik menuding mantan mitra kerjanya , Sabar Martua Simamora yang saat ini telah direlokasikan ke Kecamatan Hutabayu Raja selaku PD Teknik, bahwa yang bisa bermain di program dana desa adalah para PD Teknik.

Alasannya, sebab PD Teknik lah yang menerima catringan (pesana) Pangulu Nagori dalam hal pembuatan Rincian Anggaran Biaya (RAB) proyek dana desa. Ciutan Lista ini bukan isapan jempol semata.

Pasalnya menurut Pangulu Nagori di Kecamatan Hatonduhan, jika PD Teknik di Kecamatan itu, Tumpal Situngkir dalam membandrol biaya pembuatan RAB prproyedaDandesa memungut sebesar Rp 7 juta dari Pangulu.

Selanjutnya, akibat ciutan Lista terhadap kedua PD Teknik itu, ketiganya dipanggil oleh TA ke tingkat Kabupaten. 

"Ooo, mungkin ketemunya dengan TA bu Suryani dan pak Sunardi kemarin. Benar, Lista, Sabar, dan Tumpal dipanggil. Karena kedua TA itulah yang membidangi Pemberdayaan, mereka yang mendamaikan persoalan tersebut," ucap Pantas Pangaribuan dari seberang selulernya, Jumat (23/2/2018) pukul  20.25 WIB. 

Menurutnya, dirinya tidak memediasi persoalan yang diciutkan Lista, karena kemarin berada di lapangan.

Menanggapi konfirmasi hetanews.com, dikatakannya masih belum ada mengkonfirmasi ketiga PD yang ada permasalahan. Dan menurutnya tidak perlu mengkonfirmasikan hal itu 

"Persoalannya ada pembayaran pembuatan RAB proyek dana Ddsa di Kabupaten Simalungun ke tingkat Provinsi (KPW). Mengingat permasalahan yang ada terjadi telah dimediasi kedua TA yang baru di relokasi ke Simalungun yakni Royani Harahap dan Sunardi," tegasnya. 

Sumber yang tidak ingin namanya dicatutkan menilai, Pantas Pangaribuan terkesan melempar bola panas persoalan kepada ke 2 TA yang baru tahun 2018 ini direlokasikan KPW ke Kabupaten Simalungun. 

Karena, pada prakteknya, semua PD, baik membidangi Pemberdayaan, Infrastruktur dan bidang lainnya, mengingat jumlah TA  sebanyak 6 orang di Simalungun diduga ada memberi setoran. Akibatnya melakukan pembiaran walau apa yang diperbuat PD tidak sesuai tupoksi.

Penulis: zai. Editor: aan.