Medan, hetanews com - Persidangan gugatan pasangan Bakal Calon (Balon) Gubernur dan calon Wakil Gubernur Sumatera Utara JR Saragih dan Ance Selian kembali digelar.

Kali ini mengagendakan pembacaan pembelaan termohon dalam hal ini pihak KPUD Sumut. Namun, di persidangan tersebut kesiapan dari KPUD dipertanyakan oleh Bawaslu.

“Mengapa berkas dari jawaban termohon belum siap? Apalagi di sidang hari ini, kami dari Bawaslu dan pihak termohon dalam hal ini pihak JR Saragih dan Ance Selian juga harus menunggu persidangan dimulai. Alhasil, persidangan menjadi mundur atau molor 1 jam dari jadwal yang sudah ditentukan,” tegas Ketua Majelis Musyawarah Sengketa Penetapan Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Sumatera Utara  Hardy Munthe di Bawaslu, Medan, Jumat (23/2/2018).

Diakuinya, ketidakkesiapan dari KPUD sebagai termohon dalam agenda pembacaan termohon ini memiliki banyak hal. Di antaranya belum ada berkas yang dirangkap. kemudian berkas juga belum dilegalisir serta berkas belum ada yang ditandatangani satu pun.

“Karena semua belum siap, maka tidak ada lagi toleransi dari KPUD untuk tidak menyerahkan kelengkapannya kepada sekretaris. Mengingat waktu persidangan sangat singkat yakni hanya 12 hari,” bebernya.

Meski demikian, dalam persidangan berkas belum rampung serta belum selesai dibenahi atau diselesaikan KPUD, tetapi bagi Bawaslu pembacaan pembelaan dari termohon dianggap hanyalah secara lisan saja.

“Sekali lagi berkas sudah harus selesai besok, sehingga tidak ada perbedaan antara pemohon dan termohon. Meskipun pembacaan pembelaan dari termohon sudah dibacakan ini dianggap lisan saja karena masih banyak perbaikannya,” cetusnya.

Ketidaksiapan dari KPUD, Komisoner KPUD dari Divisi Hukum, Iskandar Zulkarnain berkilah bahwa belum selesainya berkas diakibatkan banyaknya jadwal pekerjaan yang harus diselesaikan pihaknya.

“Mohon maaf pak ketua, mengingat situasi di KPUD memiliki pekerjaan yang padat, maka dapat disampaikan bahwa kami siap besok seluruh berkas termasuk bukti yang diajukan,” kilahnya.

Selain itu, KPUD Sumut beralasan kepadatan pekerjaan diakibatkan adanya rapat koordinasi KPUD dengan 33 Kabupaten Kota untuk di 2019 dan baru berakhir hari ini.

“Alasan lain yakni pak Benget baru tiba dari Pekanbaru karena ada urusan pekerjaan yang harus diselesaikan. Oleh karenanya kami meminta maaf atas keterlambatannya,” tukas Iskandar.