Medan, hetanews.com - Ratusan orang dari relawan Bakal Calon (Balon) Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut, JR Saragih- Ance Selian menggelar aksi di depan Kantor Bawaslu Sumut, Jalan Adam Malik Medan, Jumat (23/2/2018).

Dalam aksinya, mereka meminta agar Bawaslu Sumut memberikan keputusan yang adil atas sengketa pemilihan yang dimohonkan JR Saragih. 

"Kita minta Bawaslu memberikan keputusan yang adil. Jangan sampai Bawaslu mengambil keputusan dibawah tekanan, seperti yang dilakukan KPUD Sumut," kata Koordinator Aksi, Fahri Hutapea. 

Aksi yang dilakukan saat berlangsungnya musyawarah lanjutan sengketa pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut 2018. Dimana, agenda musyawarah kali ini  mendengarkan jawaban dari pihak termohon (KPUD Sumut) atas pemohonan yakni JR Saragih-Ance.

Ia mengatakan, keputusan yang dilakukan KPUD Sumut merupakan bentuk penghianayan terhadap demokrasi di Sumatera Utara.

Para relawan JR-Ance saat melakukan aksi di depan Kantor Bawaslu. (foto/ardiansyah)

"Keputusan yang dilakukan KPUD telah melukai hati masyarakat Sumatera Utara," ungkap Fahri.

Massa juga menyatakan, tidak akan ada pemilu di Sumut jika JR-Ance tak diikut sertakan dalam Pilgub Sumut 2018 ini. "Hidup JR-Ance, Hidup JR Ance," teriak massa. 

Sambil berorasi secara bergantian, Massa tidak henti-hentinya mengacungkan tiga jari. Hal ini sebagai bentuk dukungan kepada  JR-Ance agar dapat ikut dalam Pilgub Sumut dengan nomor urut 3. 

"Harus putra asli daerah yang menjadi pemimpin Sumut. Kita tidak terima jika Sumut dipimpin orang luar," papar Fahri.