HETANEWS

Proyek Bypass Diduga Jadi Sarang Korupsi Antara Kontraktor Dengan PPK

Kondisi pengerjaan proyek by pas di Desa Tambunan, Kecamatan Balige. (foto/frengki)

Tobasa, hetanews.com - Proyek by pas di Desa Tambunan, Kecamatan Balige Kabupaten Toba Samosir (Tobasa) diduga menjadi ajang korupsi kontraktor dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Balai Besar Jalan Nasional I Sumut.

Proyek senilai Rp 21 miliar lebih itu dikerjakan oleh PT Karya Agung Pratama Cipta, dengan konsultan PT Diantama Reka Nusa Kso dan PT Pemetar Argeo.

Pengerjaan proyek dari Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) tersebut terlantar akibat kontraktor tidak membayar bahan material kepada penyedia barang atau subblier senilai Rp 1 miliar lebih. Akibat proyek tersebut terkatung-katung.

Proyek bypas itu sudah berhenti selama 1 minggu lebih. Menurut informasi dari penyedia barang bahan atau bubblier, bahwa barang mereka yang dipesan kontraktor tidak dibayarkan.

Diduga pihak kontraktor tidak bertanggung jawab melaksanakan pekerjaan tersebut. Dan pekerjaan proyek tersebut sudah kena denda pada pemerintah senilai Rp 19 juta setiap harinya. Pasalnya pelaksanaan pekerjaan tersebut sudah habis. Karena proyek itu dikerjakan mulai dari tanggal 17 Mei 2017 dengan lama pekerjaan 210 hari.

Sementara pihak rekanan dan PPK tidak pernah bisa ditemui untuk dikonfirmasi terkait berhentinya proyek tersebu. Diduga rekanan dan PPK bekerja sama untuk menutupi permasalahan tersebut. Sementara pencairan sudah setengah dibayarkan ke pihak kontraktor.

Diketahui akibat berhentinya bahan dari  penyedia barang, kontraktor mengambil bahan dari luar yang tidak sesuai dengan hasil uji laboratorium.

Penulis: frengki. Editor: aan.