HETANEWS

Perdagangan Bayi Mulai Terjadi di Tobasa Diduga Libatkan Bindes

Amelika saat berada di RS HKBP Balige. (foto/frengky)

Tobasa, hetanews.com-Amelika (22) yang baru melahirkan mendekap bayinya yang masih merah erat-erat di Ruang Betlehem Kamar VII Kelas III Rumah Sakit (RS) HKBP Balige, Kabupaten Toba Samosir (Tobasa), Kamis (22/2/2018).

Wanita berkulit kuning langsat itu mengaku kalut karena telah didesak Bidan Desa (Bindes) Hutabulu Kecamatan Balige, Lusiana Siregar untuk menyerahkan bayinya sesegera mungkin. 

Japarto Simanjuntak (22) suami Amelika menceritakan kecemasan yang sedang dihadapinya bersama istrinya itu. Pasangan ini mengaku didesak Lusi agar menyerahkan bayinya yang bahkan sejak dalam kandungan.

"Sejak bulan Desember bayi kami bahkan sudah diminta meski belum lahir," ujarnya, Kamis (23/2/2018)

Permasalahan terjadi sejak tangga; 14 Desember 2017 ketika Japarto membawa istrinya berobat ke Bindes. Saat itu, Amelika mengeluarkan lendir bercampur darah dari rahimnya.

Japarto yang membawa istrinya berobat ketika itu dalam kondisi ekonomi serba kekurangan. Namun Lusi mendampingi pasangan ini ke Puskesmas untuk bersalin. Bahkan membawanya untuk menjalani pemeriksaan USG ke RS HKBP Balige pada 15 Desember 2017 lalu untuk operasi. Padahal, usia kandungan masih 6 bulan. 

Lusi pun menawarinya bantuan, sembari menyebut akan memperkenalkan temannya sesama bidan yakni Boru Manurung dan marga Siregar untuk menolong mereka. Kepada Japarto, Lusi menyebut kerabatnya boru Manurung dan Siregar bakal membantu biaya perobatan juga persalinan Armelika.

"Apa mungkin ada uangmu merawat bayimu nanti?. Ini ada yang mau mengadopsi anakmu. Biar langsung kita ke rumah sakit. Cepatlah bikin keputusanmu," sebut Japarto menceritakan desakan Lusi kepadanya.

Di tengah kekalutan, dirinya mengaku terpaksa menuruti tawaran Lusi. Anehnya, setelah di RS, tiba-tiba Lusi memaksa dan menyebut anak itu akan diadopsi temannya. Alasannya, Lusi sudah mendahulukan dana pembayaran biaya USG.

Beberapa Minggu setelahnya, tanpa sepengetahuan Lusi, tepatnya pada Sabtu 18 Februari 2018, Japarto membawa istrinya ke RS HKBP Balige untuk proses melahirkan. Aroma kebahagian keluarga itu tercium Lusi, dan membuatnya menemui Amelika di RS HKBP Balige.

Terakhir, pada Rabu (21/2/2018) malam hingga Kamis (22/2/2018) sekira pukul 03.00 WIB, Lusi mendatangi Amelika di RS HKBP Balige, mendesak pasangan itu agar menyerahkan bayi nya dan dibawa pergi.

Roganda Simanjuntak, kerabat Japarto yang mendampingi di RS, menduga Lusi menjadi perantara perdagangan anak. Pasalnya, beberapa kali beberapa kali Lusi memaksakan diri untuk membantu Japarto, namun di balik itu menginginkan Japarto menuruti tawarannya dengan alasan supaya anaknya diadopsi.

"Ini harus diselidiki, jangan-jangan tujuan di balik sudah mengarah ke perdagangan anak," paparnya

Sementara itu, Lusi yang dihubungi melalui telepon genggamnya tidak mau berkomentar banyak. Lusi mengelak dan menyebut terlebih dahulu akan berkordinasi dengan atasannya di Dinas Kesehatan (Dinkes).

"Aduh. Tunggu dulu yah, saya konfirmasi dulu sama atasan saya Dinas Kesehatan. Saya juga sedang ada acara, nantilah ya pak," ucapnya ketika ditanya tujuannya serta kepada siapa bayi itu akan diberikan.

Penulis: frengki. Editor: aan.