Siantar, hetanews.com - Dirly, terdakwa kasus penganiayaan siswi SMA Teladan Siantar, Nadya, menangis saat dituntut 10 tahun penjara, pada sidang tertutup di Pengadilan Negeri (PN) Siantar, Kamis (22/2/2018).

Jaksa Penuntut Umum (JPU), Heri Santoso, dalam amar tuntutannya, menyatakan perbuatan terdakwa yang berdomisili di Huta Satu Makmur, Kecamatan Bosar Maligas, Kabupaten Simalungun ini terbukti secara sah menurut hukum melakukan tindak pidana pencurian dan kekerasan (curas), melanggar Pasal 365 ayat (2) 4e KUHPidana.

"Menuntut terdakwa dijatuhkan pidana penjara selama 10 tahun," kata Heri, dihadapan majelis hakim yang diketuai hakim, Fitra Dewi Nasution.

Pria bernama lengkap Dede Alamsyah itu, tampak mengucurkan air mata, begitu mendengar tuntutan penjara terhadap dirinya. Selain menangis, Dirly tampak tertunduk.

Disamping itu, menurut JPU sat membacakan tuntutan, hal yang memberatkan, terdakwa telah membuat korban menderita dan merugikan. Sedangkan hal yang meringankan, terdakwa menyesali perbuatannya, berjanji tidak akan mengulanginya lagi dan belum pernah dihukum.

Baca Juga: Kejari Siantar Terima Pelimpahan Pelaku Penganiaya dan Perampokan Siswi SMA Teladan

Majelis hakim, kemudian menunda sidang dan akan dilanjutkan pekan depan untuk pembacaan pledoi dari terdakwa. Dirly kemudian digiring menuju ruang tahanan sementara milik pengadilan.

Hanya saja, suasana mendadak riuh saat petugas memboyong Dirly.  Yasmi (43), ibu kandung Nadya, mengejar dan menarik baju Dirly, usai keluar dari ruang sidang.

Wanita berkerudung itu pun sempat memukul terdakwa. "Sudah kau pukuli anakku," jerit Yasmi sembari memukul Dirly, dan tak lama kemudian pingsan beberapa saat. Aksi ini tak berlangsung lama, petugas pengawal tahanan (waltah) melerai keributan.

Sementara itu, Yasmi diwawancarai setelah kejadian tampak menangis. Wanita ini tak terima perlakuan Dirly terhadap Nadya, pada kejadian beberapa waktu lalu. Yasmi mengaku kurang terima atas tuntutan jaksa.

"Gak terima aku. Harusnya 15 tahun dia itu, enak kali dia mukuli anakku. Kusumpahkan anak kalian seperti anakku ini, yang menghukum si Dirly seperti itu. Hidup ini berputar, seperti roda, liat saja la nanti," katanya sedih.