HETANEWS

Dinas Pendidikan Kabupaten Karo Latih Simulasi Bencana

Dinas Pendidikan Kabupaten Karo, menggelar pelatihan dan simulasi penyelamatan jika terjadi eruspi Sinabung dan gempa bumi kepada para siswa dan guru SDN 046417 Naman, Selasa (20/2/2018). (foto/charles)

Karo, hetanews.com - Tinggal di daerah rawan atau rentan bencana, tentunya memerlukan kesiapan dan kesiagaan dalam menghadapinya.                       

Untuk itu, perlu pengetahuan yang selanjutnya diwujudkan dalam tindakan cepat, tepat dan terkoordinasi untuk menanggulanginya. Sebab, kejadian bencana adalah kejadian khusus yang tidak bisa diduga kapan akan terjadi. Seperti erupsi Gunung Sinabung terdahsyat yang terjadi, pada Senin (19/2/2018) lalu.

Video kepanikan dan tangis histeris murid Sekolah Dasar Negeri (SDN) 046417 Naman, Kecamatan Namanteran, Kabupaten Karo, menjadi viral setelah diunggah ke media sosial.

Terlihat tangis histeris tak terbendung ketika gunung Sinabung meletus secara tiba-tiba, sekira pukul 08.53 WIB saat mereka sedang mengikuti pelajaran di sekolah.

Tak banyak yang bisa dilakukan para siswa SD yang berhamburan ketakutan keluar gedung sambil berteriak memanggil orang tua mereka.

Guna menghindari kepanikan serupa, Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Karo, menggelar pelatihan dan simulasi penyelamatan jika terjadi eruspi Sinabung dan gempa bumi kepada para siswa dan guru SDN 046417 Naman, Selasa (20/2/2018).

Kepala Dinas Pendidikan, Eddi Surianta Surbakti mengatakan, pelatihan ini dilakukan agar setiap siswa yang ada di lingkar Gunung Sinabung dapat melakukan penyelamatan diri jika terjadi gempa maupun luncuran awan panas sebagai dampak dari erupsi.

"Yang kita latih, bagaimana para siswa ini bisa tetap tenang dan tidak panik saat erupsi terjadi. Kita juga melatih para guru untuk bisa membimbing siswanya dievakuasi saat erupsi terjadi serta jangan lupa berdoa saat erupsi terjadi," ujarnya.

Ia mengatakan, latihan simulasi ini akan dilaksanakan terus menerus dan berulang-ulang yang akan dibimbing oleh guru-guru. Agar bisa membentuk sikap disiplin siswa, membangun kebersamaan dan saling tolong menolong bila terjadi bencana.

“Latihan simulasi dapat dilakukan dengan permainan. Ada beberapa tindakan yang harus dilakukan dalam latihan simulasi. Seperti evakuasi atau keluar dari bangunan sekolah dan berkumpul di tempat aman. Merunduk, melindungi kepala dan berlindung di bawah benda yang kokoh. Untuk latihan evakuasi ada empat tahap yang harus dilakukan yaitu perencanaan, persiapan, pelaksanaan dan pemantauan,”ujarnya.

Sambungnya lagi, dalam perencanaan harus ditentukan hal-hal sebagai berikut, siapa yang memimpin dan bertanggungjawab secara menyeluruh. Intinya, pedoman umum latihan simulasi dalam menghadapi bencana saat berada disekolah akan disampaikan kepada para guru-guru sekolah disekitar lingkar Sinabung.

“Kita harapkan agar tidak terjadi lagi hal seperti kemarin dan membuat banyak orang menjadi trauma, khususnya anak didik yang masih duduk dibangku sekolah dasar,”tutupnya.

Seperti diketahui, Kabupaten Karo merupakan salah satu daerah yang rentan terhadap bencana, seperti rawan atas letusan gunung berapi Sinabung dan gempa bumi.  Aktifitas gunung Sinabung masih dalam status awas (Level IV).

Penulis: charles. Editor: gun.