HETANEWS.COM

Dua Oknum Anggota DPRD Siantar Tak Ikut Kunker, Uangnya Diminta

Kantor DPRD Siantar.

Siantar, hetanews.com - Ada beberapa oknum anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Siantar yang diduga telah menerima uang untuk kunjungan kerja (kunker), namun tidak ikut serta. Hal itupun dinilai sebagai tindakan yang mengarah korupsi. 

Pasalnya,  biaya kunker anggota DPRD tersebut, merupakan uang rakyat. Oleh sebab itu, Sekretaris Dewan (Sekwan), diminta agar tidak menerima pengembalian uang tersebut.

Hal demikian disampaikan Ketua LBH Perjuangan Keadilan, Harfin G Siagian. Ia menyampaikan agar, Sekwan tidak menerima pengembalian dana kunker tersebut.

"Kita meminta, agar Sekretariat DPRD tidak menerima, apabila ada oknum dewan yang ingin mengembalikan dana kunker. Karena oknum tersebut tidak jadi ikut kunker," ujar Harfin, Kamis (22/2/2018), di Jalan WR Supratman Kota Siantar.

Harfin menambahkan, persoalan adanya beberapa oknum anggota DPRD yang telah menikmati dana kunker, namun tidak turut serta mengikuti kunjungan tesebut, kuat mengarah tindak pidana korupsi,

"Sudah selayaknya, Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Siantar bertindak melakukan penyelidikan intensif, terkait alokasi dana kunker DPRD Siantar. Sebab, persoalan ini mengarah kepada hal yang merugikan uang rakyat," jelasnya.

Dalam melakukan kunker, sambung Harfin, biaya setiap anggota dewan ditanggung oleh negara,

"Secara sederhana, setiap tindakan yang merugikan keuangan negara adalah sebuah tindakan pidana korupsi, sehingga sudah cukup layak untuk ditindak lanjuti aparat," tukasnya

Masih kata Harfin,  jika nantinya para oknum DPRD itu mengembalikan uang kunker yang sudah diterima mereka, tidak serta merta menghilangkan pertangung jawaban pidananya. 

Pasalnya, berdasarkan uraian kejadian ini, diketahui bahwa unsur Mens Rea (niat) dan Actus Reus (perbuatan melawan hukumnya) sudah terpenuhi.

"Seandainyapun, mereka (oknum dewan,red) mengembalikan uang itu, bukan berarti perbuatan pidananya bisa hilang begitu saja,"tutupnya.

Informasi yang dihimpun hetanews.com, dua anggota DPRD Siantar, berinisial NZP dan YS, menerima dana kunker ke Sibolga pada Januari 2018 lalu, namun diduga tidak turut serta dalam kegiatan tersebut.

Asumsi publik, tindakan kedua anggota legislatif ini telah mengarah pidana korupsi, sebab uang yang dipakai untuk itu adalah milik negara.

Penulis: huget. Editor: gun.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan