Simalungun, hetanews.com - Pegawai honorer Dinas PSDA Pemkab Simalungun, Jimli Rohiem (19), warga Jalan Sitalasari II, Kompleks Irigasi dan temannya, Indra Syahputra Siahaan (30), warga jalan Hatirongga Dusun VII, masing - masing dituntut 7 tahun penjara oleh jaksa Doniel Ferdinan di Pengadilan Negeri (PN) Simalungun, Kamis (22/2/2018).

Selain itu, kedua terdakwa juga didenda Rp 1 miliar dengan ketentuan, jika tidak dibayar maka diganti pidana penjara selama 1 tahun. Jaksa mempersalahkan terdakwa dengan Pasal 112 (1) jo Pasal 132 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Kedua terdakwa berhasil ditangkap anggota Satuan Reserse Narkoba Polres Simalungun, pada Jumat, 3 Nopember 2017 lalu, sekira pukul 21.30 WIB, di Jalan Rambing-rambing, Kecamatan Siantar.

Malam itu, kedua terdakwa, bersama Ahmadi Pranata (DPO), berboncengan 3 dengan maksud akan menggunakan sabu, di eks kantor DPRD Simalungun, Jalan Asahan.

Namun naas, belum masuk ke kantor tersebut, para terdakwa berhasil diamankan. Sedangkan Ahmadi Pranata, melarikan diri dengan sepeda motor yang dikendarainya.

Terdakwa Indra Syahputra, mengaku baru saja membeli sabu dari Kilik (DPO), di Jalan Singosari, Kota Siantar seharga Rp 100 ribu. Uang tersebut adalah milik terdakwa Jimli, Rp.l 30 ribu dan Ahmadi Pranata (DPO) Rp 70 ribu.

Jaksa menyatakan, barang bukti sepaket sabu seberat 0,18 gram dan kaca pirex dirampas untuk dimusnahkan.

Untuk membacakan vonis, majelis hakim pimpinan Novarina Manurung, menunda persidangan hingga Kamis depan.