Medan, hetanews.com - PT Pegadaian (Persero) Kanwil I Medan mencatat penyaluran kredit pada Januari 2018 mencapai Rp 788.831.480.000 miliar untuk produk gadai konvensional dan syariah di wilayah Sumut-Aceh.

Jumlah tersebut dari akumulasi sejumlah produk Pegadaian, yaitu gadai konvensional Rp 596.572.130.000, emasku Rp 174.786.500, gadai agen Rp 450,000, gadai flexi Rp 464.350.000, krasida Rp 6.990.400.000, kreasi Rp 4.362.100.000, kreasi ultra mikro Rp 405.000.000 kresna Rp 1.235.000.000, dan mulia Rp 3.153.744.346.

"Untuk gadai syariah seperti Rp 191.924.900.000, rahn bisnis Rp 334.450.000, kredit mikro amanah Rp 6.243.900.000, arrum  Rp 3.125.800.000, arrum haji Rp 1.100.000.000, emasku Rp 6.397.700, mulia Rp 660.978.095 dan rahn flexi Rp 989.210.000," kata Humas PT Pegadaian (Persero) Kanwil I Medan, Lintong Parulian Panjaitan, Kamis (22/2/2018).

Sementara untuk  outstanding loan (sisa uang pinjaman) untuk gadai konvensional Rp 1.749.735.830.000, kredit mikro emasku Rp 2.493.866.177, flexi Rp 416.800.000, gadai agen Rp 300.000, krasida Rp 28.559.395.710, kreasi Rp 78.656.737.527, kreasi ultra mikro Rp 1.817.484.850, kresna Rp 459.070.600, kresna khusus Rp 42.257.452.911, krista Rp 984.448.828, emasku Rp 0, dan mulia baru Rp 19.968.283.828.

"Sedangkan untuk gadai syariah rahn Rp 458.742.360.000, rahn bisnis Rp 784.550.000, amanah Rp 39.754.988.944, arrum Rp 25.627.189.391, arrum emas baru Rp 11.858.073.264, arrum haji Rp 15.651.142.615, emasku Rp 416.060.889, mulia Rp 5.638.029.865, dan rahn flexi Rp 707.040.000," ungkapnya.

Lintong mengungkapkan, Pegadaian Medan menyiapkan dana seberapa besarpun dana yang diminta/dibutuhkan masyarakat untuk pencairan kreditnya sesuai dengan apa yang dibutuhkannya pada saat pengajuan kredit.

Apalagi saat ini para pedagang yang membutuhkan modal kerja cukup tinggi guna memenuhi modal usahanya untuk pembelian bahan-bahan pokok, dan lain-lainnya sesuai yang dibutuhkannya. Nasabah dari Pegadaian, terdiri atas PNS, BUMN, pedagang, ubu-ibu rumah tangga, mahasiswa, supir, petani dan lain sebagainya.

"Di setiap cabang maupun unit banyak dipenuhi oleh para nasabah yang menggadaikan emas perhiasannya, maupun pengajuan kredit lain di dalam memenuhi kebutuhan untuk modal kerja maupun modal usaha. Permintaan modal kerja ini meningkat dari setiap cabang  maupun unit dalam setiap harinya, bila dilihat dari permintaan modal kerja ke kantor wilayah," jelasnya.

Pegadaian saat ini sudah menerima iuran BPJS dari masyarakat, baik itu untuk pembayaran listrik maupun token, iuran telepon, pulsa, tiket kereta, pengiriman uang (western union), kredit mikro, kredit emas, iuran televisi, kredit program kemitraan dan bina lingkungan, kredit sepeda motor dan mobil.