Medan, hetanews.com - Petugas Satuan Reskrim Polrestabes Medan menangkap 8 orang driver taksi online, karena mengantarkan 'tuyul' (penumpang fiktif).

Delapan driver online berinisial SS (30), YAG (29), DDH (38), KS (36), AM (40), APPA (28), DSG (29) dan AG (38) ditangkap di salah satu warung  di kawasan Jalan Melati Raya, Medan. 

"Mereka ditangkap karena melakukan illegal access pada sistem aplikasi Grab," kata Kapolrestabes Medan, Kombes Dadang Hartanto, Kamis (22/2/2018).

Untuk melancarkan aksinya, para driver taksi online ini memasang aplikasi 'Mock Location' pada ponsel mereka, dan mengendalikan GPS yang diatur sesuai tujuan yang kehendaki.

Para pelaku driver taksi online. (foto/ardiansyah)

"Pelaku seolah-olah sedang mengantar penumpang atau istilahnya 'tuyul'. Ini dilakukan pelaku untuk mendapatkan bonus orderan dari pihak Grab PT Solusi Transportasi Indonesia, tanpa bekerja atau tanpa mengantarkan penumpang," ungkapnya.

Dari pelaku disita barang bukti 5 unit mobil, 29 unit handphone (HP), 1 unit laptop, 1 unit tablet dan sejumlah kartu Anjungan Tunai Mandiri atau Automated Teller Machine (ATM). "Saat ini para pelaku masih dalam pemeriksaan," jelasnya.

Pelaku dijerat dengan Pasal 30 yo Pasal 46 dan arau Pasal 32 ayat (2) dan atau Pasal 35 yo Pasal 51 ayat (1) dari UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik atau Pasal 378 KUHPidana subs Pasal 56 ayat (1) dan (2) KUHPidana.

"Ancaman hukumannya 9 tahun penjara," sebut Kapolrestabes.