Siantar, hetanews.com - Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Siantar, memvonis 24 bulan penjara, Edi Suyono (35) alias Boboho, pelaku penadahan handphone (HP) curian hasil jambret.

Putusan ini lebih rendah tuntutan 3 tahun Jaksa Penuntut Umum (JPU).

"Mengadili, menjatuhkan pidana penjara terhadap terdakwa Edi Suyono, selama 2 tahun, dikurangkan selama terdakwa berada dalam masa tahanan,"ujar hakim ketua, Fitra Dewi, Rabu (21/2/2018).

Dalam amar putusannya, hakim menyatakan perbuatan warga Jalan Kasuari, Kelurahan Sipinggol-pinggol, Kecamatan Siantar Barat, itu terbukti secara sah melanggar Pasal 480 ke 1 KUHPidana.

Usai pembacaan vonis, hakim Fitra Dewi, menanyakan sikap terdakwa atas putusan itu. Namun, Boboho tidak mau menjawab pertanyaan hakim, ia tampak hanya menundukkan kepalanya.

"Ya sudah pikir-pikir saja ya, ada waktu 7 hari," kata hakim sembari menutup sidang.

Sekedar informasi, Boboho dipenjara lantaran membeli satu buah HP merk Samsung J5 Pro tanpa dilengkapi kotak, maupun charger seharga Rp 1,3 juta, yang dijual oleh terdakwa Nasib Hutasoit alias Andi Saputra, pada 26 Oktober 2017.

Sepengetahuan terdakwa harga jual di toko untuk membeli 1 unit HP merk Samsung J5 Pro adalah Rp 4.500.000.

Bahwa 1 unit HP merk Samsung J5 Pro warna hitam tersebut dijual Nasib Hutasoit alias Andi Saputra kepada terdakwa Edi Suyono tanpa dilengkapi kotak HP, charger HP dan kelengkapan HP lainnya. Diketahui harga jual 1 unit HP merk Samsung J5 Pro warna hitam tersebut jauh lebih murah dari harga pasaran.

Di mana terdakwa, mengetahui atau setidak-tidaknya sepatutnya harus diduga, bahwa HP merk Samsung J5 Pro warna hitam tersebut tersebut adalah hasil kejahatan.