Siantar, hetanews.com - Jaksa Penuntut Umum (JPU), Heri Santoso, menuntut 5 tahun penjara, terdakwa Solihin (30) alias Nanang.

Ia ditangkap saat mengedarkan sabu, di Jalan Nagur, Gang Angkola, Kecamatan Siantar Utara, bersama rekannya, Dipa Pratama Hasibuan (dalam berkas terpisah).

"Menuntut terdakwa dijatuhi hukuman pidana penjara selama 5 tahun dan denda sebesar Rp 800 juta miliar subsider 6 bulan kurungan,"kata JPU, pada sidang dipimpin hakim ketua Lodewyk Ivandrie Simanjuntak, Rabu (21/2/2018).

Terdakwa ditangkap bersama rekannya, Dipa Pratama Hasibuan, berikut barang bukti, 5 paket sabu yang siap untuk diedarkan. Keduanya merupakan warga sekitar lokasi penggerebekan.

Dalam amar tuntutannya, JPU menyatakan perbuatan terdakwa, terbukti melanggar Pasal 112 ayat 1 junto pasal 132 Undang-Undang (UU) Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

"Adapun hal yang memberatkan, terdakwa tidak mendukung program pemerintah, memberantas narkotika. Sedangkan hal yang meringankan terdakwa, berbuat sopan selama persidangan dan menyesali perbuatannya," kata JPU.

Sementara dalam persidangan, terdakwa didampingi penasehat hukumnya, Alex Harefa.

Sidang kemudian ditunda akan dilanjutkan kembali pekan depan dengan agenda pembacaan putusan.

Sekedar diketahui, pada Kamis, 24 Agustus 2017, terdakwa  janjian untuk bertemu. Setelah bertemu, lalu Dipa dan Solihin ingin mendapatkan narkotika jenis sabu. Keduanya pun menghubungi Doli (DPO) dan menanyakan sabu pada bersangkutan.

Doli lalu menyuruh terdakwa dan Solihin untuk bertemu, di Gang Kresek dan pergi ke Gang Angkola.

Sesampai di lokasi, Dipa dan Solihin, duduk-duduk sebentar, menunggu Doli. Tak berapa lama Doli datang, lalu melatakkan kotak rokok sampoerna yang berisikan sabu, di pagar taman, lalu mengatakan kepada keduanya 'ini ya men'.

Selanjutnya Doli pergi meninggalkan Dipa dan Solihin yang sedang duduk – duduk, di dekat taman tersebut.

Saat terdakwa dan Solihin hendak mengambil kotak rokok sampoerna yang diletakkan Doli, datang lah saksi Tuah Saragih, Hendrik Purba, dan Dedi Siregar yang merupakan petugas Polres Siantar yang sebelumnya mendapat informasi.

Setelah sampai di tempat, para saksi melihat Dipa dan Solihin sedang berdiri.

Petugas pun mengamankan keduanya. Dan dari pagar bonsai, petugas menemukan 1 buah kotak rokok  sampoerna yang setelah dibuka berisikan 5 paket diduga sabu.